Kamis, 29 April 2010

= KATANYA BESTFRIEND, DATENG DONG KE GARAGE SALE KITA!

KATANYA BESTFRIEND, DATENG DONG KE GARAGE SALE KITA!


Start Time:
Saturday, May 1, 2010 at 9:00am
End Time:
Sunday, May 2, 2010 at 6:00pm
Location:
KOMPLEK GANDOK BARU NO.42, DERESAN, YOGYAKARTA.

PNKYGRRRLS mempersembahkan:

"KATANYA BESTFRIEND, DATENG DONG DI GARAGE SALE KITA!"

Pada tanggal 1 dan 2 Mei 2010 mulai pukul 9 pagi sampai 5 sore.

garage sale kami menyediakan berbagai perabotan rumah tangga, alat musik, perlengkapan bergaya, obat penenang, alat elektronik, buku-buku, kendaraan, menjual jasa macam-macam, dan lain sebagainya.

dimeriahkan oleh 25 stan lebih dari teman-teman online shop dan artesss ibu kota lainnya.

kisaran harga mulai SERIBU PERAK - sejuta rupiah.

bertempat di Komplek Gandok Baru no.42 Deresan. (Utara Percetakan Kanisius, Gejayan).

Rabu, 28 April 2010

= wardrobe 2010


Date:
Friday, April 30, 2010
Time:
3:00am - 8:00am
Location:
Kartika Exhibition Hall, Balai Kartini.


in7days band acoustic folk yang telah merelease album fantasy
dan EZU electronic band with sing along part for football lovers
akan perform di wardrobe 2010 at balai kartini 30 april.
untuk mendengarkan lagu - lagu dari in7days dan EZU :

http://www.myspace.com/in7dayacoustic

http://www.myspace.com/ezuelectro

Selasa, 27 April 2010

= FESTIVAL TEATER REMAJA 2010



JADWAL ACARA
FESTIVAL TEATER REMAJA 2010


26 April – 1 Mei 2010
Lokasi Auditorium Jurusan Teater ISI Yogyakarta


Senin, 26 April 2010
14.00 WIB – 16.00 WIB – OPENING
16.00 WIB – 17.00 WIB – Exibition – SMKI Yogyakarta
19.30 WIB – 20.30 WIB – PESERTA I – SMA 11 Yk


Selasa, 27 April 2010
19.30 WIB – 20.30 WIB – Exibition – SMKI Surakarta
21.00 WIB – 22.00 WIB – PESERTA II – SMA Negeri 1 Yk

Rabu, 28 April 2010
19.30 WIB – 20.30 WIB – PESERTA III – SMK Negri 4 Yk
21.00 WIB – 22.00 WIB – PESERTA IV – SMA Negeri 3 Yk

Kamis, 29 April 2010
19.30 WIB – 20.30 WIB – PESERTA V – SMA Negri 1 Jetis
21.00 WIB – 22.00 WIB – PESERTA VI – SMA Negeri 1 Mertoyudan

Jum’at, 30 April 2010
19.30 WIB – 20.30 WIB – PESERTA VII – SMK Negri 1 Sewon
21.00 WIB – 22.00 WIB – PESERTA VIII – SMA Negeri 2 Karanganyar

Sabtu, 1 Mei 2010
19.30 WIB – 22.30 WIB – PENGUMUNAN JUARA --

INFO 085646440106

= anniversary 2th JOGJA ETHNICTRO MUSIC


anniversary 2th JOGJA ETHNICTRO MUSIC


Start Time:
Tuesday, May 4, 2010 at 8:00pm
End Time:
Tuesday, May 18, 2010 at 2:00pm
Location:
Liquid Cafe Yogyakarta

JOGJA ETHNICTRO event & band management
present...

anniversary 2th JOGJA ETHNICTRO MUSIC


#1
night of ETHNICTRO colaboration
May 04 2010

6 band from JEM :
- Viksha
- Boil Cassava
- Fluorescent adolescent
- Traffic Light
- Senso
- Guzmow

guest star : BLUE JEANS blues


#2
ETHNICTRO extreme music
May 11 2010

6 band from JEM:
- Knives
- Last Three Words
- Misbegotten
- Evil beside us
- Mary Still Virgin
- Luxor

guest star : CRANIAL INCISORED


#3
final anniversary 2th JOGJA ETHNICTRO MUSIC
May 18 2010

- 2 band finalis JEM
- ETTIQUE
- ETHNICTRO Kwartet Violin
- ETHNICTRO instructor colaboration
- SANGKAKALA
- DEFOUR rock string kwartet
- ETHNICTRO DJ




JOGJA ETHNICTRO MUSIC

- Music course
- Shop & Boutique instrument
- Mixing
- Audio engineer
- Video clip
- Band & event management
- Music community

Jl. Nogosari 10 Kadipaten Kraton Yogyakarta
0274 6685736 - 085643214347

http://www.ethnictro.com

= PURNAMA DI PASCA

Minggu, 25 April 2010

= SEKILAS SEJARAH MUSIK MELAYU JAKARTA



Catatan Ahmad Mathar Kamal:

SEKILAS SEJARAH MUSIK MELAYU JAKARTA


Tentang : Peranakan Arab dan Musik Melayu Moderen

Sejak kapan perhelatan perkawinan dimeriahkan hiburan? Paling sedikit di Batavia sejak menjelang akhir abad ke-18, begitulah laporan seorang pelancong Jawa bernama Sastrodarmo yang berkunjung ke Batavia pada zaman itu. Jenis hiburan pun dilaporkannya antara lain gambus dengan lagu-lagu Arab.


Gambus adalah musik yang dibawa peranakan Arab dari Hadramaut (Yaman). Perantau Arab ini menurut C.C. Berg memang ramai sekali berdatangan ke Hindia Belanda pada abad ke-18 dan menunjukkan eskalasi pada abad ke-19 .

Tentu saja sulit bagi kita untuk melacak grup gambus yang populer pada abad-abad tersebut. Catatan yang dapat dipertanggungjawabkan berasal dari era menjelang dan sesudah PD II. Berikut ini rangkuman percakapan KSK dengan seorang penyanyi lagu Melayu yang terkenal dengan lagunya Ya Mustafa yaitu Munif Bahaswan yang berlangsung pada tanggal 18 April 2003 di Jakarta.

EKSTRA MELAYU

Market gambus bukan hanya kalangan peranakan Arab, tetapi orang-orang non Arab pun banyak yang menyukai gambus. Mempertimbangkan selera market, menurut Munif, orkes gambus sering membawakan extra lagu Melayu, atau extra Melayu. Market di kalangan non Arab makin meluas, akhirnya pada tahun 1950 awak grup-grup gambus yang ada seperti Al Wardah, yang pada awalnya dipimpin Umar Hamada kemudian Muchtar Lutfi, mendirikan Orkes Melayu Moderen Sinar Medan di bawah pimpinan Umar Fauzi Aseran. Disebut orkes Melayu moderen karena menggunakan alat tiup (brass) seperti klarinet, saxophone, dan trompet. Kemudian hari disebut Orkes Melayu saja, yang sering disingkat OM.

Trend ini diikuti oleh awak gambus Al-Wathon pimpinan Hassan Alaydrus yang mendirikan OM Kenangan pimpinan Hussein Aidit. Sementara itu awak orkes gambus Surabaya Al Afan pimpinan A. Kadir, menurut Munif, mendirikan OM Sinar Kemala pimpinan A. Kadir juga. Menurut Munif, mantan Mendikbud Fuad Hassan pernah bermain biola untuk orkes gambus Al Afan. Dalam percakapan dengan penulis, Hassan Alaydrus juga memberikan kesaksian yang sama bahwa Fuad Hassan pernah bermain gambus. Namun kepada penulis Fuad Hassan mengatakan bahwa ia tak pernah bermain gambus melainkan ikut orchestra besar, mungkin semacam New York Philarmonic Orchestra.

Abdul Haris, M. Thahar, dan Hussein Bawafi adalah pengarang lagu Melayu generasi pertama. A. Haris terkenal dengan lagu Kudaku Lari. Lagu ini diilhami oleh back sound film Mesir Syaifi wal Qalbi yang dibintangi Abdul Wahab. Wahab adalah bintang film dan penyanyi Mesir yang amat digemari di Indonersia. Penyanyi Mesir perempuan yang nyaris menjadi mitologi "persatuan Arab"adalah Ummi Kalsum.

M. Thahar mengarang lagu Cinta Hampa. Lagu ini mencuat merobek cakrawala musik Melayu berkat suara yang gurih Hasnah Thahar, isteri M. Thahar. Bawafi muncul di zaman itu dengan lagunya Khayal dan Penyair, tetapi lagunya yang mencuat adalah Seroja.

Lagu-lagu Melayu yang lahir di zaman ini meski pun mengalami up dating dibanding dengan lagu Melayu klasik yang ditulis oleh penggubah-penggubah N.N. (tak dikenal) seperti lagu Seringgit Dua Kupang yang kini didangdutkan menjadi Ayam Jago Jenggernya Merah, tetapi menurut Munif belum mencapai format lagu yang disebut songform. Struktur sebuah lagu yang disebut songform adalah terdiri atas 32 bar dengan bagian yang diulang (refrein) A1 + A2, klimaks (yang malah disebut refrein), dan kembali kepada A1 atau A2, atau malah muncul A3. A3 adalah syair yang bukan pengulangan dari bait-bait sebelum klimaks.

(Munif yang kini berusia 68 tahun dikenal sebagai penyanyi yang serba bisa, ia pun mahir menyanyikan lagu jazz, dan untuk kurun waktu yang lama ia bersama Rudy Rusadi dan Dudung menjadi vocal-grup kelompok terkenal Los Morenos. Ketika tamat pendidikan dasar di Al-Irsyad, Batavia, Munif beroleh beasiswa dari Irak yang ketika itu dipimnpin oleh Raja Faisal).

S.EFFENDI NYARIS MENINJU ISKANDAR

Penulis mengatakan kepada Munif bahwa ia adalah penyanyi Melayu legendaris, Munif mengelak seraya menyebut nama Effendi. Tentu tidak perlu digelar perdebatan, baiklah didengar argumentasi Munif.

Effendi adalah pelopor lagu Melayu dengan format songform, lagu ciptaannya itu dibawakan dengan suara soprano bercengkok. Dan tidak pula ia menempuh karirnya dengan jalan yang mudah. Kepada Munif, Effendi mengungkap riwayat hidupnya.

S. Effendi dilahirkan dengan nama Said Arrasyidi di Bondowoso sekitar tahun 1930. Pada sekitar tahun 1952 pemuda Said merantau ke Jakarta dan melamar di RRI Stodio Jakarta. Namun lelah menunggu lamaran tak kunjung berjawab. Maka Said mendapat pekerjaan, yang bersifat non seni, di Kalimantan. Pada suatu hari yang menerima surat dari familinya di Jakarta bahwa lamarannya bekerja di RRI diterima. Said meluncur ke Jakarta.

Ia kaget bukan kepalang ketika di latihan di studio RRI dengan iringan Orkes Studio Djakarta (OSD) pimpinan Josd Clebert ia disodorkan partitur. Said tidak mengenal noot balok. Ia tahu noot angka. Sal Salius, seorang penyanyi lagu seriosa, melihat bakat yang luar biasa yang dimiliki Said menjadi sukarelawan mengajarkan Said noot balok. Dan Said dalam waktu cepat menguasainya. Ia mulai bernyanyi dan dikenal. Lalu ia melengkapi namanya menjadi Said Effendi. Nama family Arrasyidi tak dipakainya. Bahkan kemudian hari ia lebih suka memakai nama S. Effendi saja. Nama Effendi adalah sangat lazim digunakan dan amat disukai di kalangan masyarakat Mesir, apalagi setelah di bioskop Alhambra, Sawah Besar, diputar berbulan-bulan film Mesir Bul Bul Effendi.

Effendi mengarang lagu pertama berjudul Bachtera Laju. Dengan bersemangat ia memasuki kamar kerja komponis Iskandar, ayah penyanyi Diah Iskandar yang dijuluki Connie Francis Indonesia. Iskandar sedang bermain piano menerima naskah Effendi tanpa menoleh. Setelah menatap naskah itu beberapa menit kemudian naskah itu diremas dan dilemparkan ke keranjang sampah. Darah menggelegak di kepala Effendi. Ia meninggalkan ruangan Iskandar dan menuju kantin RRI dengan niat meninju Iskandar. Sesaat menunggu pikirannya berubah. Malah ia kembali ke ruang Iskandar yangh telah kosong dan memungut naskahnya yang lecek. Dibelainya naskah itu dan ia memasuki ruang komponis Ismail Marzuki.

"Waduh, ini lagu bagus benar, biar saya yang membuat arrangementnya, dan dua hari lagi kita latihan", kata Ismail Marzuki.

Dengan girang Effendi meninggalkan kamar Ismail Marzuki. Dan ia berpapasan dengan Iskandar yang wajahnya terlihat bingung.

"Ëffendi, mana naskah kamu tadi, aku cari-cari di keranujang sampah kok enggak ada"

"Memangnya kenapa?" Tanya Effendi.

"Lagu itu bagus, aku mau buat arrangementnya"

"Oh terlambat, Ismail yang mau membuat arrangementnya. Tapi, tadi 'kan kamu buang ke keranjanag sampah naskah itu!"

"Aku 'kan cuma bercanda"

Bachtera Laju meroket sampai ke negara jiran. Setelah itu Effendi menulis puluhan lagu dengan standard songform. Lagunya bagus-bagus semua, apalagi ia yang menyanyikannya. Pada tahun 1980-an Effendi meninggal dunia. Namun namanya tetap dikenang. Dan anehnya, terutama di Malaysia. Seniman Malaysia acapkali mengadakan acara memperingati Effendi.

"Saya Indonesia", kata Munif

Munif dan M. Mashabi adalah dua penyanyi tersohor yang nyaris muncul bersamaan di sekitar tahun 1955. Munif pandai mencipta lagu. Hingga saat ini ia telah mencipta sebanyak 75 lagu Melayu dan beberapa lagu Arab. M. Mashabi, atau Mamat. Mashabi adalah nama famili, namanya sendiri Muhammad. Ia lahir dan dibesarkan di Kebon Kacang, Tenabang. Ciptaan Mashabi tidak banyak, mungkin tidak sampai 20 buah. Tetapi banyak ciptaannya yang ia nyanyikan sendiri yang tersohor misalnya Ratapan Anak Tiri yang sempat meledak dan menjadi tema film Ratapan Anak Tiri garapan Sandy Suwardy.

Munif pandai berdendang Melayu, tetapi menyanyikan lagu Arab pun jago. Di samping Ya Mustafa yang mencapai hits, lagu Meester Machmud pun meledak. Lagu ciptaan Munif Ya Gazibni banyak disukai khalayak penggemar musik.

(Pada tahun 1965 Munif diundang untuk bernyanyi di Yaman. Ia menyanyikan lagu-lagu Melayu dan Arab dengan iringan gitar yang ia mainkan sendiri. Sambutan publik cukuplah. Dan Munif pun diwawancara Televisi Yaman. Ketika pewawancara menanyakan ia orang mana, dengan tegas Munif berkata bahwa ia orang Indonesia. Pewawancara menukas, bukankah anda menggunakan nama famili Bahaswan, mestinya anda orang Hadramaut, Yaman. Munif menandaskan lagi bahwa dirinya adalah orang Indonesia, masalah nama famili Bahaswan itu adalah soal biologi. Alangkah gusarnya sang pewawancara. Sejak wawancara itu Munif diboikot wartawan Yaman).

Peran kaum peranakan Arab cukup signifikan dalam musik Melayu. Juga di Malaysia. Dua penyanyi Melayu yang tersohor di Malaysia, SM Salim dan Syarifah Aini berdarah Arab. Meski perlu dicatat pada sekitar tahun 1956 muncul OM Bukit Siguntang pimpinan anak Pecenongan A. Chalik. Namun haruslah diakui peran serta peranakan Arab dalam bidang ini. Mereka juga penggubah syair-syair yang indah. Lagu-lagu ciptaan Munif, misalnya Cinta Direkayasa, M. Mashabi Rasa Cinta, Hussein Bawafi Budi, Effendi Khayalan Suci, A. Kadir Keagungan Tuhan, adalah syair lagu dengan cita rasa yang tinggi. Menurut Munif, penggubah lagu seperti Hussein Bawafi sangat mendalami karya sastra Amir Hamzah dan Chairil Anwar.

BINA RIA

Sebuah konkurs bernyanyi lagu-lagu Effendi yang diadakan di Singapura pada sekitar tahun 1967-1968 dimenangkan oleh seorang pemuda Indonesia bernama Oma Irama. Sebenarnya ia penyanyi lagu-lagu Barat populer. Bukan untuk pertama kali ia menghikuti kongkurs. Sebelumnya juga ia mendapat tempat yang berarti dalam kongkurs lagu Barat populer. Kala itu ia menyanyikan lagu I who have nothing.

Oma Irama, kini Raden Haji Oma Irama atau potong letter Rhoma Irama, bukan lagi sebagai orang yang tak punya apa-apa. Ia berharta berkat musik dangdutnya. Musik Dangdut adalah derifat Musik Melayu Moderen. Rhoma Iramalah pelopornya ketika ia muncul dengan gaya musik yang lain dari yang lain membawakan lagu ciptaannya Bina Ria pada sekitar tahun 1969. Rhoma menciptakan aliran. Kalau musik Melayu Moderen mengandalkan accordeon sebagai lead instrument, Rhoma menggunakan electrik gitar. Dalam perkusi ia memasukkan unsur drum yang berperan menjadikan sebuah lagu menjadi beatles, punya warna irama yang jelas. Tamborin dipertahankannya, namun marakas tak lagi menampil. Alur musik melewati jeram-jeram breaks yang banyak. Pada musik Melayu moderen breaks hanya sekali-sekali saja, dan itu pun sedikit saja lagu yang alur musiknya memakai break.

Rhoma Irama menjadi "mazhab", ia adalah sebuah tonggak dalam perjalanan musik Melayu. Aliran ini ramai pengikutnya hingga kini. Tak banyak lagi yang "mengamalkan" musik Melayu moderen pada tahun 1970 kecuali M. Mashabi. Tetapi kelompok musik Mashabi hanya dapat ruang bermain di tempat yang terlalu bersahaja dengan sound system bertenaga accu. Dan Mashabi pun pergi ke haribaanNya dalam usia 40-an, di tahun 1970-an, pada saat musik Melayu modern yang ikut dirintisnya memudar. (24-April-2010/Kampung Betawi.com)

= Orkes Puisi DUKA CINTA INDONESIA - Anis Sholeh Ba'asyin dan Sampak GusUran


Orkes Puisi DUKA CINTA INDONESIA - Anis Sholeh Ba'asyin dan Sampak GusUran



Tanggal:
15 Mei 2010
Waktu:
20:00 - 22:30
Tempat:
Graha Bhakti Budaya - Taman Ismail Marzuki
Nama Jalan:
Jl. Cikini Raya No. 73
Kota/Daerah:
Jakarta, Indonesia


BERBAGI INDONESIA
BERBAGI DUKA
BERBAGI CINTA

Seharusnya kita banyak bersyukur karena hidup di negeri paling kaya di dunia. Bayangkan, begitu kayanya akan sumber daya alam, sampai-sampai kita tak enak hati pada negeri-negeri lain yang tak sekaya kita. Karena itu, untuk menjaga etika pergaulan antar negara; sebagai bangsa penyayang dan tuan rumah yang penuh pengertian, tak berlebihan bila kita merasa wajib mempersilahkan para tamu asing untuk lebih dulu menyantap habis kekayaan alam kita.
Kecuali itu, kita juga kaya warisan budaya. Begitu kayanya sehingga tak harus merasa kehilangan bila peninggalan-peninggalan dari masa silam diangkut sebagai cindera mata ke negeri orang.
Ingat, kita juga kaya milyarder. Pertumbuhan milyader kita tercatat paling pesat di dunia. Ini hampir-hampir menandakan bahwa rakyat kita sudah montok-montok dan bahagia, meninggalkan garis kemiskinan jauh di belakang.
Soal koruptor? Jangan ditanya! Begitu kayanya kita, sehingga kita bahkan sudah punya milyaran metode untuk meraibkan seratus-dua ratus, seribu dua ribu, sejuta dua juta koruptor dari daftar, karena kita mafhum yang seperti ini tak akan pernah membuat perbedaan yang signifikan.
Jangan lupa, kita juga kaya bencana. Begitu kaya, sehingga jumlahnya tak bakal menyusut setitikpun, andaikata kita pura-pura lupa mencatatnya. Bahkan, tak terlalu salah untuk mulai mempertimbangkan masuknya ‘wisata bencana’ sebagai salah satu program Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Bukankah lokasi bencana terbukti selalu berhasil menjadi magnit penarik minat wisatawan asing maupun domestik?
Dan hebatnya lagi, kekayaan kita ternyata juga mencakup tataran ’spiritual’. Kita bisa berbangga bukan cuma karena di tataran ini kita punya banyak nabi baru; tapi karena bangsa malaikatpun tampaknya juga merasa tertarik untuk ikut bertamasya di negeri kita. Yang harap-harap cemas masih kita tunggu adalah perkembangan lanjutnya, yaitu hadirnya Tuhan itu sendiri. Bayangkan, betapa makin sempurnanya kekayaan negeri kita, bila -setelah punya nabi dan malaikat- kita juga punya lima atau enam orang yang tiba-tiba merasa jadi tuhan.
Sejujurnya, inilah yang melatar belakangi pagelaran orkes puisi ”Duka Cinta Indonesia”. Kami ingin berbagi kebahagiaan sebagai warga negeri terkaya di dunia. Semoga kebahagiaan yang sama bisa ikut anda rasakan.

Anis Sholeh Ba’asyin
Orkes Puisi Sampak GusUran

Contact Person:
08174954996 (Amir Husin Daulay)
081210218720 (Rokib Ismail)
08568908926 (Zainul Arifin)
08122541751 (Jauhar Aly)
08159716309 (Achmad Sholechan)