KORAN JOGJA menyehatkan jiwa raga, sahabat siapa saja. Hamemayu Hayuning Bawana, mempercantik indahnya dunia, memelihara kelestarian bumi. Terdepan dalam mengajak masyarakat Indonesia untuk POSITIVE THINKING. Menolak segala Bullying dalam segala aspek.SAMBUT DENGAN GEMBIRA JAMAN ELING DAN WASPADA. JOGJA SEMANGAT. Website = http://www.koranjogja.info dan http://www.koran-jogja.com. E-mail: koranjogja@gmail.com.
Senin, 27 September 2010
= Gong Show
27 September jam 17:43
Senin,27 Sept '10 jam 7 malam Rescue perform di TRANS TV " Gong Show "
= Kursus Ruang Sejarah Kritis "Menguak Historiografi Indonesia"
Kursus Ruang Sejarah Kritis "Menguak Historiografi Indonesia"
| Waktu | 22 Oktober jam 16:00 - 05 November jam 18:00 |
|---|---|
| Tempat | Multiculture Campus Realino (MCR), Kompleks Lembaga Studi Realino - Universitas Sanata DharmaYogyakarta Jl. Affandi – Gejayan, Mrican, Yogyakarta |
| Dibuat oleh: | |
| Info Selengkapnya | Menguak Historiografi Indonesia Pendahuluan Pada saat ini, sejarah diminati bukan karena ia menceritakan peristiwa lampau, tetapi justru karena dapat menggambarkan situasi saat ini dengan perantara narasi peristiwa lampau. Pada saat yang sama, sebenarnya mempelajari sejarah yakni menaksir jejaring peristiwa masa depan dengan fakta bacaan masa kini tersebut. Ruang pengetahuan bagi masyarakat saat ini sudah menjadi kebutuhan mendesak. Demikian halnya dengan pengetahuan tentang sejarah bangsanya sendiri. Ketika reformasi menjadi sebuah era, kebebasan berpendapat dilapangkan. Sejarawan juga mencoba berfikir kritis untuk melihat ulang narasi sejarah penguasa. Sejarah yang enggan ditulis pada dulunya, saat ini coba dituliskan (alternative). Penulisan sejarah lokal masyarakat juga semakin marak dikerjakan. Maka, pada saat ini, bermuncullah narasi sejarah yang lebih banyak perspektif. Kalau dihitung sejak 1998, kelapangan itu sudah 12 tahun dihirup oleh bangsa Indonesia. Demikian juga pada intelektual Indonesia bebas menulis sejarah sesuai perspektif masing-masing. Persoalan yang mengemuka yakni apakah pekerjaan menyebarkan narasi sejarah telah selesai? Jawabannya; Belum. Mengapa? Karena masih saja ada kekuatan-kekuatan negara ataupun barikade-barikade sipil yang bertindak kontra-demokrasi ataupun anti keberagaman, dalam konteks ini: keberagaman narasi sejarah. Di sisi lain, selama 12 tahun itu juga, kita jarang sekali menelaah ulang ataupun melakukan otokritik atas karya-karya yang dikerjakan. Kritikan yang kritis selayaknya dilayangkan ke narasi sejarah baik era pra reformasi maupun saat ini. Karena semua tahu bahwa narasi sejarah tidak pernah final, setidaknya karena sejarawan tidak mungkin menyajikan kemutlakan sejumlah fakta sejarah. Jika ada fakta baru, bolehlah ada pengajuan narasi baru atas hal yang sama. Narasi yang diajukan perlu disadari merupakan hasil pembacaan orang atas fakta. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui bagaimana seharusnya membaca sejarah melalui bacaan orang atas fakta sejarah? Saat ini perlu ada semacam ruang belajar untuk melihat ulang apa yang kita lihat sebagai sejarah, dan apa yang kita baca sebagai narasi sejarah. Untuk itu dalam menanggapi fakta yang ada, Citralekha bekerjasama dengan Multiculture Campus Realino menyelenggarakan pendidikan alternatif “Ruang Kajian Sejarah Kritis: Menguak Historiografi Indonesia”. Tujuan Ruang Sejarah Kritis ini diselenggarakan untuk mengkaji, mengkritisi dan mempertanyakan kembali Historiografi Indonesia. Untuk meningkatkan kemampuan para peminat sejarah dalam penulisan sejarah. Menanamkan kesadaran dan kebanggaan sejarah bangsa Indonesia Hasil Kualitas historiografi sejarawan yang semakin berbobot dan baik Munculnya komunitas pecinta penulisan sejarah yang hidup dan berkelanjutan Sasaran Mahasiswa,Guru. dosen, wartawan, LSM, penulis dan peneliti sejarah dan masyarakat umum Konsep Kursus ini diselenggarakan secara rutin, dengan berbagai materi, pengajar, metode belajar dan perlengkapan teknis yang berkualitas dan berkompeten. Kursus bersifat kontekstual dan berbasis dialog (sharing) Pengetahuan. Pengajar Pengajar yang dipilih adalah berdasarkan kompetensi, otoritas dan popularitas terhadap bidangnya. Mengingat di Yogyakarta sendiri memiliki banyak penulis yang handal, maka pengajar tersebut diambil dari wilayah ini. Kurikulum Ruang Sejarah Kritis 1.Jumat, 22 Oktober 2010 Pengantar Perspektif Sejarah kritis di Indonesia Dr. Baskara T Wardaya (Pusat Sejarah dan Etika Politik Universitas Sanata Dharma) 2.Jumat, 29 Oktober 2010 Pelurusan Sejarah Indonesia Dr. Anton Haryono M. Hum (Staf Pengajar Sejarah Universitas Sanata Dharma) 3.Jumat, 5 November 2010 HAM dalam Sejarah Prof. Dr Martino Sardi (Pusat Studi HAM dan Demokrasi Universitas Atmajaya Yogyakarta)* 4.Jumat, 12 November 2010 Dekonstruksi Historiografi Indonesia Prof. Dr. Bambang Purwanto (Guru Besar Sejarah Universitas Gajah Mada) 5.Jumat, 19 November 2010 Historiografi Pendidikan dan Pendidikan Historiografi Prof. Dr. Suhartono (Guru Besar Universitas Gajah Mada)* * dalam konfirmasi Sesi tambahan Jumat, 26 November 2010 Penulisan Sejarah dan Dinamika Penerbitan Tim penerbitan Buku Metode pengajaran Pembelajaran ini dilakukan setiap minggu sekali pada beberapa kali pertemuan. Metode yang digunakan adalah belajar dalam kelas yang aktif dan dinamis, yaitu dengan diskusi, presentasi, dinamika kelompok, praktek menulis dan sebagainya. Waktu dan Tempat Kursus diadakan pada setiap jumat sore jam 16.00-18.00 WIB (max peserta 50 orang), tempat pembelajaran dilaksanakan di ruang Multiculture Campus Realino (MCR). Biaya Penyelenggaraan kursus ini bersifat swadaya, untuk itu setiap peserta dikenakan biaya sebesar: Mahasiswa S2 dan Umum :Rp. 300.000,00 Mahasiswa S1 dan guru :Rp. 200.000,00 (dengan menunjukan KTM yang berlaku) Fasilitas Sertifikat, Blocknote + alat tulis, materi, snack +minuman, Magang di Multiculture Campus Realino**, ruang belajar nyaman, ber-AC dan parkir yang luas **syarat dan ketentuan berlaku Informasi Kursus Sekretariat Citralekha D/A Multiculture Campus Realino (MCR) Kompleks Lembaga Studi Realino - Universitas Sanata DharmaYogyakarta Jl. Affandi – Gejayan, Mrican, Yogyakarta CP: Agus (085296630671), Krisna (085729233101). |
= WISATA ETNIK CINTE BETAWI

WISATA ETNIK CINTE BETAWI |
| Waktu | 23 Oktober · 8:00 - 20:00 |
|---|---|
| Tempat | Situs Batu Jaya (Karawang) & Makam Syeh Quraa (Lemah Abang) |
| Dibuat oleh: | |
| Info Selengkapnya | Assalamualaikum wr. wb, Buat semue : ~ nyang Betawi, ~ nyang cinte Budaye Betawi ~ atawe nyang pengen tau lebih jauh tentang Betawi, Sebelonnye, aye pengen kutip dulu pernyataan dato Ridwa Saidi. Katanye gak ade data dan peninggalan sejarah yang bisa jelasin asal-usul suku Betawi, sampe akhirnya muncul situs Batu Jaya nyang merupakan peninggalan dari krajan Salakanagara. Dari naskah Wangsakerta diungkap, krajan Salakanagara ini didiriin awal abad Mesehi, oleh seorang jado dari kali Tirem nyang bername Aki Tirem. Kisahnye, kali Tirem dulu jadi tempat perdagangan periuk dan bejana paling besar. Aki Tirem sebage penghulu kampung nyang bertugas jaga keamanan berpikir, gak mungkin die sendirian ngelawan para bajak laut nyang sering bikin onar. Die perlu nyang namanye sistem kekuasaan (nagara). Dari situ terus dia bangun sistem krajan (bukan ke-raja-an) nyang selanjutnye disebut krajan Salakanagara. Batu Jaya bisa aje dianggep candi dalem konteks Hindu-Budha. Tapi batu Jaya sebenernye bukan candi melainkan kabuyutan dalam konsep sistem kepercayaan lokal. Diantara 24 situs Batu Jaya ada tiga bangunan terbesar nyang dikelilingin kolam, yaitu Unur Serud, Unur Blandongan ame Unur Jiwa. Nyang masih terus jadi perdebatan dari situs ini ampe sekarang, disatu sisi para arkeolog ngakuin bahwa situs ini berasal dari peninggalan abad II M. Tapi di sisi laen mereka ngotot kalo tuh situs peninggalan Hindu-Budha. Padahal jelas-jelas Budha dateng ke sini abad ke VII M, dan Hindu lebih belakangan lagi. Tapi di sini kite bukan mau ngomongin perdebatan itu. LKB ame Forum kajian Budaya Betawi mau ngajak sodare-sodare nyang kepengen tau situs nenek moyangnye kite-kite. Nyok..., kite piknik ke sono. Dari situs nanti kite lanjut ziarah ke makamnye Syeh Quraa. Beliau adalah salah seorang penyebar Islam di Nusa kalapa nyang dateng dari Champa. Nah, buat nyang mau ikutan, daftar aje lewat SMS ke nomer: 021.31718790, terus transfer ke rekening BCA KCP Cikarang, no: 3430839933, a/n. Cici A. Ilyas. Biayanye cuman Rp. 150.000,- udeh termasuk: - Transport pergi-pulang - Makan siang - Snack - Buku tentang situs Batu Jaya - Cindramata berupa kaos dari LKB Kumpul di gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan pk: 07.30 WIB Berangkat 08.00 WIB Jangan ampe ketinggalan ye.... Lantaran pesertanye dibatesin cuman 75 orang. Kite tunggu, deh! Wassalam Panitia S: F-KJ |
= Festival TANAH ABANG 2010

Festival TANAH ABANG 2010 |
| Waktu | 30 Oktober jam 7:30 - 31 Oktober jam 15:00 |
|---|---|
| Tempat | Sepanjang Jalan Fachrudin (mulai dari depan Gedung Pusat Onderdil Pasar Tanah Abang hingga di depan Hotel Milenium), Jalan Jatibaru dan Jalan KH. Mas Mansyur – Tanah Abang, JAKARTA PUSAT |
| Dibuat oleh: | |
| Info Selengkapnya | Festival TANAH ABANG 2010 30 & 31 Oktober 2010 Sepanjang Jalan Fachrudin (mulai dari depan Gedung Pusat Onderdil Pasar Tanah Abang hingga di depan Hotel Milenium), Jalan Jatibaru dan Jalan KH. Mas Mansyur – Tanah Abang, JAKARTA PUSAT LATAR BELAKANG Selain telah dikenal luas secara nasional maupun dunia dan menjadi ciri khas sebagai pusat perdagangan tekstil terbesar se-Asia Tenggara, Tanah Abang adalah juga salah satu sentra kebudayaan Betawi di tengah kota Jakarta, disamping memiliki banyak faktor pemikat lainnya bagi aktivitas perekonomian pusat kota. Guna memaksimalkan sektor pariwisata Tanah Abang, Pemerintah Kota Administrasi JAKARTA PUSAT melalui Suku Dinas Pariwisata mengadakan acara budaya dan pariwisata bertajuk “Festival Tanah Abang 2010”. Sebuah event dengan konsep karnaval yang lebih memaksimalkan image Tanah Abang sebagai destinasi wisata belanja di Jakarta yang dikemas dengan berbagai hiburan menarik serta promosi yang tepat, kreatif dan inovatif. Dengan memberikan sentuhan inovasi pada acara “Festival TANAH ABANG 2010”, maka Tanah Abang sebagai pusat destinasi wisata di tengah kota Jakarta akan berdampak positif bagi pengembangan pariwisata di wilayah ini. Diharapkan melalui dukungan dan kerjasama dengan berbagai pihak, Festival Tanah Abang dapat menjadi salah satu acara budaya dan pariwisata tahunan yang penting dalam kalender pariwisata Indonesia pada umumnya dan Jakarta pada khususnya serta mendapat sambutan yang positif dari masyarakat. TUJUAN • Melestarikan Seni dan Budaya Betawi. • Merayakan terpilihnya Pasar Tanah Abang sebagai lokasi peraih adipura 2010. • Mengaplikasikan program ENJOY JAKARTA dalam bidang wisata belanja. • Memaksimalkan potensi Tanah Abang sebagai destinasi wisata belanja yang memberikan kontribusi besar bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan perekonomian masyarakat khususnya para pengusaha kecil dan menengah. • Meningkatkan promosi pariwisata Tanah Abang dengan satu sajian festival yang diliputi oleh beragam kebudayaan khas metropolitan yang menarik serta menjadi ikon atraksi bagi Tanah Abang. BENTUK KEGIATAN 1. FASHION ON THE STREET : FESTIVAL BATIK BETAWI, sebuah ajang unjuk kreativitas dan PROMOSI PRODUK GARMENT serta LOMBA MERANCANG BUSANA dengan menggunakan Batik Khas Betawi yang akan menampilkan Ratusan Peragawan dan Peragawati untuk memperagakan busana produksi Pasar Tanah Abang, karya Murid dan Mahasiswa Sekolah Fashion, Designer dan Perajin Batik Betawi serta Pengusaha Tekstil. Peserta lomba akan dinilai oleh para Juri yang terdiri dari unsur Designer Senior Indonesia, Pengerajin Batik Betawi, Fashion Editor dan Pemda DKI Jakarta. Peserta akan memperebutkan Piagam, Piala Bergilir dan Piala Tetap serta Uang Pembinaan. Dilaksanakan di sepanjang Jalan Fachrudin (mulai dari depan Gedung Pusat Onderdil Pasar Tanah Abang hingga di depan Hotel Milenium). 2. KARNAVAL gelaran Seni & Budaya dengan mengundang kepesertaan dan bekerjasama dengan berbagai komunitas seni budaya Betawi, Tradisional, Moderen, Anak Muda dan lain sebagainya, serta peserta dari Swasta, Pengusaha Pariwisata, Warga, Masyarakat dan Komunitas, baik yang berada di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Daerah ataupun Luar Negeri. Dilaksanakan di sepanjang Jalan Fachrudin (mulai dari depan Gedung Pusat Onderdil Pasar Tanah Abang hingga di depan Hotel Milenium). 3. PANGGUNG HIBURAN berukuran 8 X 10 dengan Sound System and lightning berkekuatan 10.000 watt akan menampilkan antara lain Artis Dangdut Ternama seperti Iis Dahlia dan Ridho Rhoma, serta Artis Ibukota Lainnya, mengundang puluhan Band Indie Label dengan bintang tamu dan penutup dari Band Papan Atas Indonesia, serta diselingi dengan berbagai ATRAKSI SENI BUDAYA seperti Rebana Biang, Tanjidor, Ondel-Ondel, Barongsai, Reog Ponorogo, Pencak Silat dan lain-lain. 4. WISATA BELANJA dan KULINER, berupa bazzar tekstil dan multi produk, serta jajanan Khas Betawi, Tradisional dan Umum. Berlokasi di Segitiga jalan Fachrudin, Jatibaru, KH. Mas Mansyur yang buka pada Sabtu, 30 Oktober 2010 mulai pukul 08.00 WIB s/d pukul 01.00 WIB dan Minggu, 31 Oktober 2010 mulai pukul 07.00 s/d pukul 16.00 WIB. Terdapat 250 buah Tenda Sarnavil (Kerucut) ukuran 3X3 dengan fasilitas masing-masing mendapatkan Listrik, Lampu dan Saklar. SUSUNAN ACARA Sabtu, 30 Oktober 2010 07.30 – 07.40 Upacara penyambutan Walikota Administrasi Jakarta Pusat 07.40 – 08.00 Kunjungan Walikota Administrasi Jakarta Pusat ke stan – stan 08.00 – 08.20 Sambutan-sambutan: Kepala Sudin Pariwisata Jakarta Pusat 08.20 – 08.25 Pembukaan dengan Sirine oleh Walikota Administrasi jakarta Pusat 08.22 – 08.40 Penampilan Kesenian Daerah 08.40 – 09.20 Fashion Show Jalanan Tanah Abang 09.30 – 10.30 Lomba Fashion Show 10.30 – 18.00 Karnaval 18.00 – 19.00 Istirahat 19.00 – 01.00 Panggung hiburan Minggu, 31 Oktober 2010 07.00 – 16.00 Karnaval 13.00 – 15.00 Hiburan Musik Panggung 16.00 - 17.00 Acara Penutupan Festival Tanah Abang 2010 Sekretariat PANITIA FESTIVAL TANAH ABANG 2010 : Jl. KH. Mas Mansyur No. 130, Tanah Abang - JAKARTA PUSAT CONTACT PERSON : Mark Sihombing (0812 8910 7011 / 021 70451309) SURAT ELEKTRONIK : festivaltanahabang@yahoo.c om REKENING : Bank Mandiri: 155 00 017 6023 3 a/n Leonardus Sihombing Bank BCA: 8820353049 a/n Sri Wulan Ningsih |
Minggu, 26 September 2010
Langganan:
Postingan (Atom)