Rabu, 27 Oktober 2010

= PASSAGE to the Future ; the Art of a New Generation from Japan


Waktu
27 Oktober jam 2:00 - 16 November jam 6:00

TempatGaleri SALIHARA
Jl. Salihara no. 16 Pasar Minggu
Jakarta, Indonesia

Dibuat oleh:

Info SelengkapnyaPASSAGE to the Future ; the Art of a New Generation from Japan
Pameran karya seni kontemporer
Terbuka untuk UMUM. GRATIS

Pameran : 28 Oktober-16 November 2010
pk. 11:00-20:00 (Senin-Sabtu)
pk. 11:00-18:00 (Minggu)

Acara khusus RABU, 27 OKTOBER 2010
14:00-15:30 DISKUSI
Pembicara : Agung Hujanika Jenong
Moderator : Nirwan Dewanto
18:30- PEMBUKAAN

Galeri SALIHARA
Jl. Salihara no. 16
Pasar Minggu, Jakarta Selatan
T.021-789-1202
www.salihara.org


Pameran yang bertujuan untuk memperkenalkan sebuah aspek dari seni Jepang terkini kepada dunia internasional melalui karya para seniman dari generasi baru.

Menampilkan karya-karya dari 11 seniman yang telah menarik perhatian masyarakat sejak akhir pertengahan tahun 90-an.

Para seniman ini adalah :
Atsushi Fukui
Satoshi Hirose
MAYWA DENKI
Tomoyasu Murata
Tetsuya Nakamura
Masafumi Sanai
KAtsuhiro Saiki
TABAIMO
Nobuyuki Takahashi
Miyuki Yokomizo

Selasa, 26 Oktober 2010

= upDATE_0.3 | Presentasi+Diskusi+Workshop+BreakcoreLab_0.9 series

Time
Wednesday, October 27 · 3:00pm - 11:00pm

Locationruangrupa
Tebet Timur Dalam Raya No.6
Jakarta, Indonesia

Created By

More Info

upDATE 0.3. adalah sebuah proyek kolaborasi berupa presentasi, workshop, diskusi dan performance yang di inisiasi HONF | House of Natural Fiber | www.natural-fiber.com.

upDATE 0.3 bekerjasama dengan KUNCI sultural studies, CCCL Surabaya, Urban Space, ruangrupa, Dewan Kesenian Surabaya, dan Common Room Network Foundation.


Presentasi upDATE 0.3. di Jakarta
bekerjasama dengan ruangrupa


Rabu, 27 Oktober 2010

RURU Gallery
Jl.Tebet Timur Dalam Raya No.6

15.00 WIB | Workshop>>Why Fi? [how to crack wireless network encryption] by moddr_lab

19.00 WIB | Presentasi+Diskusi>>Web2.0 Suicide Machine by moddr_lab

22.00 WIB | +breakcore_LAB 0.9.4 series


Penggunaan jejaring sosial (dalam hal ini, penggunaan Facebook) di Indonesia telah mencapai posisi ketiga sebagai negara pengguna Facebook tertinggi di dunia pada tahun 2010. Terdaftar lebih dari 26 juta akun pengguna Facebook berasal dari Indonesia dengan perkembangan 2,4 juta pengguna baru per-bulan, terhitung sejak awal tahun 2010. Fenomena ini sungguh berlawanan dengan kesadaran akan berbagai platform sosial media (jejaring sosial) semakin berkembang dalam upaya untuk membuat segala sesuatu yang kita lakukan di media internet dapat terlacak dan terbuka, orang-orang mulai merasa gelisah dengan betapa banyaknya informasi mengenai diri mereka yang mengambang di sekitar web dan banyaknya waktu untuk “pokes”, “like” dan sejenisnya.

Web 2.0 SuicideMachine menjanjikan suatu cara yang mudah dan sederhana untuk menyingkirkan semua jaringan sosial dan jejak diri anda di masa lalu secara otomatis. Web 2.0 SuicideMachine menawarkan service bagi para pengguna jejaring sosial untuk melakukan “bunuh diri” serta menghapus “keberadaan dan jejak” di “kehidupan” maya mereka. Web 2.0 SuicideMachine melayani eksekusi “bunuh diri” di beberapa jejaring sosial seperti: Facebook, Twitter, Myspace dan LinkedIN. moddr_ sebagai penggagas proyek ini akan mempresentasikan beberapa informasi latar belakang tentang perjuangan mereka menghadapi tuntutan pengacara - pengacara dari Facebook, dan juga mitos serta cerita - cerita lainnya di dalam dan sekitar Web 2.0 SuicideMachine.

"With a very precise super timing Moddr started the webservice Suicide Machine in fall 2009. Facebook has fallen very deep since then and a wide discussion on social networks and privacy is going on currently in the mainstream media. The mix of highly professional appearance and sarcastic video credentials makes the project a sophisticated unmissable statement in the era of privacy violating and direct marketing driven social network monopolies." (Aram Bartholl)

Link: http://suicidemachine.org/, http://www.checkfacebook.com/,
http://www.internetworldstats.com/asia/id.htm, http://www.insidefacebook.com/

--

moddr_ adalah sebuah medialab pendatang baru yang terbentuk di Rotterdam, Belanda pada tahun 2007. Sejak awal berdirinya, medialab ini telah memperoleh pengakuan internasional untuk proyek-proyek inovatifnya dengan menampilkan pendekatan subversif ke media baru dan kebudayaan digital, yang berpuncak pada keberhasilan global dan sorotan media dalam karya mereka "Web2.0 SuicideMachine" pada tahun 2010. Anggota inti moddr_ antara lain adalah Danja Vasiliev (NL | RU), Gordan Savicic (NL | AT) dan
Walter Langelaar (NL).

Nama "moddr_" (menyerupai 'modder' dalam bahasa Belanda), berarti lumpur, nama yang juga dipilih untuk menunjukkan bahwa sebagian besar aktifitas dan praktek moddr_ melibatkan modifikasi (modding) dan penciptaan kembali teknologi yang sudah ada. Para anggota medialab ini menemukan kesamaan pendapat bahwa mereka secara umum tidak menyukai ide akan media kontemporer yang dilabeli 'baru', dan menganggapnya sebagai bagian dari misi mereka untuk menampilkan perspektif kritis tentang isu-isu yang berkaitan dengan hal ini melalui praktek artistik mereka. Output dari moddr_lab terdiri dari pengembangan hardware dan piranti lunak, ceramah dan workshop, pameran publik/pertunjukan/acara, proyek artistik individu dan kolaboratif - dan/atau kemungkinan kombinasi di atas. Medialab ini merupakan bagian dari struktur kolektif yang lebih besar yang bernama WORM - "Belanda Institut AvantGardistic RekreDutch Institute for AvantGardistic ReCreation" di Rotterdam, Belanda.

http://moddr.net/ | http://worm.org/

=Diskusi Seni Kontemporer di Jepang saat ini


Time
Wednesday, October 27 · 2:00pm - 9:00pm

LocationGaleri Salihara
Jl. Salihara no. 16 - Pasar Minggu
Jakarta, Indonesia

Created By

More InfoDiskusi Seni Kontemporer di Jepang saat ini
RABU, 27 OKTOBER 2010
pk. 14:00-15:30
Pembicara : Agung Hujatnika Jenong
Moderator : Nirwan Dewanto

Diskusi ini akan mengawali acara pameran karya seni kontemporer dari Jepang ;
PASSAGE to the Future ; the Art of a New Generation from Japan

Terbuka untuk UMUM. GRATIS

Pameran : 28 Oktober-16 November 2010
pk. 11:00-20:00 (Senin-Sabtu)
pk. 11:00-18:00 (Minggu)

Pembukaan Pameran : 18:30- 21:00
Rabu,27 Oktober 2010

Galeri SALIHARA
Jl. Salihara no. 16
Pasar Minggu, Jakarta Selatan
T.021-789-1202

=Pertunjukan Tari "MAESTRO! MAESTRO!"


Time
Wednesday, October 27 · 10:00am - 10:00pm

LocationTeater Luwes - Institut Kesenian Jakarta
Jl. Cikini Raya No.73
Jakarta, Indonesia

Created By

More Info
DEWAN KESENIAN JAKARTA
Program Bulan Oktober

Dengan dukungan Institut Kesenian Jakarta, DKJ menampilkan pertunjukan tari dari:

1. Tari Topeng Slawi - Ibu Suwitri/ Maestro Tari Topeng, Tegal
2. Tari Topeng Huda-Huda dari Medan - Riduan Purba/Tari Huda-Huda, Sumatra Utara
3. Tari Topeng Indramayu - Bapak Carpan/ Maestro Tari Topeng, Indramayu

Pertunjukan
Rabu, 27 Oktober 2010
Teater Luwes, Institut Kesenian Jakarta
19.00 – 21.00 WIB

Workshop
Rabu, 27 Oktober 2010
Ruang C. Fakultas Tari Institut Kesenian Jakarta
10.00 – 13.00 WIB

Seri “Maestro! Maestro!” merupakan sebuah program yang dikonsep oleh Komite Tari DKJ. Melalui program ini DKJ hendak mengedepankan kembali pembacaan atas tari tradisi Indonesia, harta karun budaya yang luar biasa mumpuni.

Acara yang akan menampilkan para empu tari tradisi nusantara ini akan berlangsung pada bulan Oktober, November dan Desember 2010. Mereka diundang untuk menghadirkan ekspresi olahrasa mereka atas kehidupan. Dalam rangka itu pula, DKJ juga menawarkan kesempatan kepada kita semua untuk mempelajari secara lebih dekat tarian dan falsafah hidup para empu ini melalui program workshop yang berlangsung selama setengah hari di Insitut Kesenian Jakarta.



PROFIL

Tari Topeng Slawi

Tidak jelas tentang kapan Tari Topeng Tegal diciptakan dan siapa penciptanya. Hanya diketahui Ibu Suwitri mewarisi 6 jenis Tari Topeng khas Tegal dari ibunya bernama Ibu Warmi. Ibu Warmi mewarisinya dari ibunya pula yang bernama Ibu Darem, yang menguasai 12 jenis Tari Topeng khas Tegal.

Urutan tarinya:
1. Endel
2. Kresna
3. Panji
4. Panggawa/Patih
5. Lanyapan Alus
6. Klana

Tentang Ibu Warmi

Pada tahun 1950-an, Ibu Warmi menjajakan (mengamen) Tari Topeng khas Tegal dengan cara berkeliling dari desa ke desa dengan rombongan. Pada waktu itu peralatan musik/gamelannya dipikul oleh rombongan tersebut, yang oleh masyarakat disebut Ronggeng Warmi.

Setelah Bu Warmi tak mampu menari lagi, maka ia digantikan oleh anaknya yaitu Ibu Suwitri sekitar tahun 1970-an. Tetapi ia tidak menari keliling lagi, hanya memenuhi panggilan-panggilan saja.

Para pemain :

Penari Topeng
Suwitri

Sinden
Yanti

Pemusik:
Parno, Waryo, Kasmadi, Dirmo, Kasro, Karyo, Witno, Tarmono, Dio, Warjo



Tari Topeng Huda-Huda dari Medan

Konon di zaman dahulu kala, seorang istri raja (na si puang) ditimpa kemalangan. Anak yang dikasihinya meninggal dunia. Saking sedihnya, sang putri tidak rela anaknya dimakamkan dan terus memangku mayat anaknya hingga berhari-hari. Proses pembusukanpun terjadi dan bau mayat yang menyengatpun sudah melingkupi istana dan tercium sampai ke kediaman penduduk.

Penghuni istana serta pendudukpun terusik dengan keadaan yang tidak nyaman itu dan ingin berbuat sesuatu membujuk sang permaisuri. Berbagai cara sudah dilakukan, namun permaisuri tidak mengindahkannya.

Hingga di suatu talun sekelompok laki-laki yang sedang ”martambul” turut prihatin. Talun adalah sebuah gubuk di tengah hutan yang berfungsi sebagai tempat menampung dan memasak air aren (tuak) untuk membuat gula merah atau gula aren. Saat itu, di talun sedang berlangsung acara memasak binatang hasil buruan mereka. Salah satu binatang buruan itu adalah burung enggang.

Masalah ketidaksediaan permaisuri melepas mayat anaknya untuk dikebumikan menjadi topik pembicaraan mereka. Intinya, bagaimana caranya agar sang putri mau melepas mayat anaknya yang sudah membusuk itu untuk dimakamkan.

Alhasil, salah seorang dari mereka memiliki ide, dengan membuat pertunjukan yang lucu, kocak di depan sang putri, hingga nantinya mayat anaknya terlepas dari tangannya. Lantas mereka mencurinya dan memakamkannya.

Usai bersantap, salah seorang diantara mereka memperhatikan sisa-sisa peralatan dan makanan tadi. Sisa daging enggang (paruh dan tulang lehernya) dicoba dikenakan di kepala salah seorang dari mereka. Terlihat lucu!. Maka ide lainpun muncul. Pelepah pinang yang biasa mereka gunakan tempat cuci tangan diukir menjadi ”patung” manusia berwujud laki-laki dan dikenakan di muka seorang lagi. Terlihat lucu juga!. Lantas dibuat satu lagi ”patung” manusia berwujud perempuan.
Ide membuat patung ini selesai.

Masalahnya, siapa yang akan melakonkannya di depan sang putri. Karena tidak ada seorangpun berani melakukannya. Alasannya, apabila ada orang yang tau maka mereka pasti dihukum. Mereka mempersiapkan tiga orang memainkannya di depan permaisuri.

Kini, mereka memikirkan cara agar aktor-aktornya tidak dikenali siapapun. Lantas, muncullah ide menutup seluruh tubuh mereka dengan kain. Pelakon burung Enggang tadi seluruh mukanya ditutup dengan kain, dan dikepalanya dikenakan paruh dan kepala enggang. Muka dua pelakon patung manusia ditutup dengan topeng dan tubuhnya ditutup dengan kain.

Setelah semuanya dipersiapkan dan mereka yakin pertunjukkan itu akan menarik perhatian sang permaisuri, ketiganya diberangkatkan memasuki istana raja. Singkatnya, mereka masuk ke ruang sang permaisuri. Saat permaisuri melihat ketiga patung aneh itu, awalnya terkejut. Namun pertunjukan terus dilangsungkan, hingga benar-benar membuat sang putri merasa terhibur. Saat itulah mayat bayi di pangkuannya lepas. Tanpa disadari sang putri, para penari topeng itu berhasil merebut mayat anak tadi dan melarikannya ke hutan untuk dikubur.

Sejak itu, persoalan mayat bayi membusuk dapat diselesaikan tanpa seorangpun mengetahui orang yang ”mencuri” dan menguburkan mayat itu. Demikian kisahnya.

Upacara ritual ini masih dilaksanakan penduduk hingga di abad globalisasi dan informasi ini. Termasuk di Hampung, Negeri Dolok. Menurut keterangan seorang tokoh penduduk desa ini, beberapa desa di wilayah Silau Kahean dan Raya Kahean masih melaksanakan upacara ritual ini.

Selain itu pada acara ritual pemakaman, Toping-toping dan Huda-huda acapkali digelar pada acara-acara budaya Simalungun seperti pada Pesta Rondang Bintang atau pagelaran budaya bersama di Sumatera Utara.

Para pemain :

Pemain Huda-huda
Riduan Purba

Penari Toping Dalahi
Badu Purba

Toping Daboru
Fredi Purba

Pemain musik
Kenedy Purba, Johannes Sinaga, Dermawan Purba, Anton Sitepu



Tari Topeng Indramayu
Judul: Topeng Kelana, Panji

Topeng Kelana mengekspresikan tarian yang gagah dan keras. Tarian ini menggambarkan sifat dan karakter serakah dan lambang angkara murka. Warna topeng merah tua, raut wajah beringas, mata melotot,mulut moncong menganga, seperti gambaran manusia bengis.

Topeng Tumenggung berwatak gagah dan berwibawa, gambaran seorang patih. Warna topeng merah muda, coklat muda,bekumis yang menyatu dengan janggut. Topeng Tumenggung merupakan bagian yang sangat kental dengan latar belakang cerita Panji.

Tentang Carpan

Carpan, atau yang kerap dipanggil Mama Carpan, lahir di Desa Cibereng, Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu pada 1940. Mama Carpan mulai menari sejak usia 11 tahun. Pada tahun 1957 ia menikah dan dikarunia dua anak putri. Berkat kepiawaian dan ketekunannya dalam bidang ini, Mama Carpan yang mengawali karirnya dengan berpentas dari desa ke desa, sempat pula berpentas ke mancanegara. Ia juga meraih beberapa penghagaan atas pengabdiannya itu. Terakhir kali ia mendapat penghargaan sebagai Maestro Tari Topeng Laki-laki dari Gubernur Jawa Barat.

Para pemain :

Roup Topeng
Mama Carpan sekaligus penari topeng.

Pemusik / Pengrawit:
Kasmadi, Catu, Caya, Sawen, Rasminah, Casmita, Durman, Rastinih

= Happiness is a blue chair. gambar exibition by hargo wijoyo

Time
Saturday, October 2 at 6:30pm - October 31 at 9:30pm

Locationwww.happinessisabluechair.blogspot.com

= Mari Berlomba Menciptakan LOGO MKI Terbaik

Time
Wednesday, September 1 at 5:00pm - December 31 at 11:30pm

LocationDiscussions Board MKI (pada topik yang sama)

Created By

More Info
Mari berlomba menciptakan Logo MKI terbaik!

Hadiah:
Pemenang Logo MKI terbaik berhak mendapat:

1. Tiga tiket gratis MKI. (Pemenang berhak memilih sendiri event yang disukai di kolom Events MKI)

2. Empat autographed CD solo piano Teguh Sukaryo yang berjudul :

- Teguh Sukaryo - Brahms, Mompou & Mussorgsky
- Scenes of Childhood (works by Schumann, Debussy, Mompou and Turina)
- Burgmuller Op. 100
- Burgmuller Op. 109


Cara dan ketentuan:

1. Kirim ciptaan logo anda (gambar atau linknya saja) ke thread "Kompetisi Logo MKI" di Discussons board di group MKI.
2. Deadline: 31 Desember, 2010.
3. Pemenang akan diumumkan pada bulan Januari 2011.
4. Pemenang berhak memilih sendiri event(s) yang disukai.
5. Logo yang terpilih menjadi hak milik MKI dan akan segera dipasang menggantikan gambar yang sekarang

Terima kasih atas perhatian anda dan selamat mengikuti kompetisi ini.

Salam MKI,

Teguh Sukaryo
Creator dan Artistic Director group Musik Klasik Indonesia (MKI)
~Enjoy the classics, inspire the future~

= UNDANGAN : Peluncuran & Diskusi Buku Hasil Karya Mahasiswa Jurusan Teknik Arsit

October 26 at 11:24am


ruangrupa bekerjasama dengan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara & jongArsitek!

mengundang Anda untuk menghadiri:

Peluncuran dan diskusi buku hasil karya mahasiswa
Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Tarumanagara

GERILYA URBAN
Studio Perancangan Arsitektur Kontemporer 2010


Selasa, 26 Oktober 2010, pukul 19.00 WIB


ruangrupa
JL. Tebet Timur Dalam Raya no. 6, Jakarta Selatan
T/F: 021 8304220 | E: info@ruangrupa.org
www.ruangrupa.org



Pembicara

Iswanto Hartono (seniman, dosen Studio Perancangan Arsitektur Kontemporer)

Veronica Gandha (arsitek, dosen Studio Perancangan Arsitektur Kontemporer)

Ardi Yunanto (redaktur Karbonjournal.org, dosen tamu Studio Perancangan Arsitektur Kontemporer 2010)

Farid Rakun (redaktur Karbonjournal.org, dosen tamu Studio Perancangan Arsitektur Kontemporer 2010)

Agustinus Sutanto (arsitek, penggagas mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur Kontemporer)*dalam konfirmasi

Moderator: Danny Wicaksono (arsitek, pendiri jongArsitek!)



Dihadiri oleh seluruh mahasiswa
Aditya Setiawan, Amelia, Andayani PW, Andy Wijaya, Antoni Winata, Antonius Wiradigdaya Kosasih, Archangela E. Natalia, Bernadette Adinadia, Chin Ronal Purnama Chandra, Denny Soedjito, Edwin Budiman, Fransiskus Ansis, Gabriela Velda, Gabriella Stella, Ingrid Anita Stacia Dharmawan, Irene Syona, Jacson Andika Santoso, Jose Mayson Mulia, Juanto Putratama, Kristanto Hadinata, Kurniadi Lim, Livia Louis, Meidy Himawan, Melita Felicia, Mickhael Florence, Phelia Felim, Ricky Goreta, Stacia Bernadette, Suci Sandra Dewi, Tania Permata Sari, Tony Sunardi, Wilie D. Atmaja, Willyanto Hinardi, Xena Levina Caesarea, Yoana Linda, Yotanaga Satria, Yulianti Chandra



Hidup di ruang publik kota Jakarta bagai berlaga di arena pertarungan. Penuh taktik, strategi, dan keberanian. Para mahasiswa semester enam jurusan Arsitektur Universitas Tarumanagara, yang mengikuti mata kuliah pilihan Studio Perancangan Arsitektur Kontemporer pada 2010 ini, menawarkan beragam taktik dan strategi untuk ‘memenangkan’ kembali ruang publik yang terus-menerus tergerus di kota Jakarta ini dengan bergerilya. Mereka mengamati, meneliti, menelaah, dan menanggapi berbagai permasalahan warga dan ruang publiknya, serta membuat arsitektur kembali mempermasalahkan tata bina ruang dan perilaku manusia yang sejatinya tidak hanya mengenai bangunan. Duabelas karya mereka menjadi karya arsitektur yang memiliki pengertian luas, meliputi desain rompi, tas alas belajar, naungan bermain, paviliun kampung, sampai sebuah situs interaktif tentang jalanan kota.

Kumpulan karya para mahasiswa ini disertai berbagai foto dan gambar rancangan dalam halaman berwarna, diulas secara kritis, dan dilengkapi dengan esai-esai reflektif dari para pengajar yang terlibat. Buku ini merekam gerilya mereka, sekaligus menjadi catatan dari pencarian jawaban arsitektur dalam menanggapi permasalahan sehari-hari yang terus hidup berlaga secara nyata di Jakarta.




Gerilya Urban: Studio Perancangan Arsitektur Kontemporer 2010

Ardi Yunanto & Farid Rakun (ed). (Jakarta: Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara, 2010)

10,5 x 14,8 cm | 132 halaman (80 warna, 52 hitam-putih)




Acara ini terselenggara berkat kerjasama:

Jurusan Arsitektur Universitas Tarumanagara

jongArsitek!

ruangrupa