Kamis, 14 Juni 2012

= Pustaka Bentara MENYUSURI LORONG-LORONG DUNIA

Today 6:30pm in UTC+08 Setelah sukses dengan seri buku Menyusuri Lorong-lorong Dunia jilid 1 dan 2, kini Sigit Susanto kembali mencoba mengajak pembaca untuk ‘menelusuri lorong-lorong dunia’ di belahan benua yang lain. Penulis yang telah melakukan muhibah ke lebih dari 36 negara ini kembali menampilkan kepiawiannya dalam mencermati aneka situasi di negeri-negeri asing yang dikunjunginya, mulai dari bentang alam nan memukau, kondisi sosial masyarakat, lengkap dengan catatan-catatan menarik seputar pengalamannya yang mempribadi. Kesemuanya tertuang secara apik dalam seri buku terkininya, Menyusuri Lorong-lorong Dunia Jilid 3 (Insist Press, 2012). Karya terbarunya ini terbagi dalam 13 bab dari sekian objek lawatannya, antara lain Kenya, India, Turki, Yordania, Skandinavia, Polandia, Swiss, Sungai Nil-Mesir, Sono Siciliano-Italia, Hongkong, Kamboja dan Yunani. Berbeda dengan jilid sebelumnya yang memuat kaitan sebuah wilayah dengan kehadiran dua penulis ternama, Franz Kafka dan James Joyce, buku kali ini secara lebih tajam mengulas potret kehidupan berbagai bangsa berikut tema-tema sosial dan politik yang menyertainya. Kendati demikian, bahasanya tetaplah lugas dan bernas, sehingga seolah kuasa menyuguhkan suatu miniatur dunia dengan segala kompleksitasnya yang tak berbayangkan sebelumnya. Pustaka Bentara kali ini bukan hanya mendialogkan makna kehadiran buku tersebut, namun juga lebih jauh mencoba membuka pandangan kita akan pentingnya mendokumentasikan setiap lawatan dan pertemuan sebagai bagian dari kesadaran sejarah, sebagaimana telah ditunjukkan perintis penulisan genre ini, Adi Negoro, melalui bukunya yang tersohor “Melawat ke Barat (1930)”. Tampil sebagai narasumber, sang penulis Sigit Susanto, serta pembahas Suroso SH. Sigit Susanto, lahir di Kendal, Jawa Tengah, 21 Juni 1963. Ia lulus AKABA 17-UNTAG Semarang pada tahun 1988. Karyanya yang telah terbit antara lain Sosialisme di Kuba (2004), Pegadaian (novel, 2004), Menyusuri Lorong-lorong Dunia Jilid I (2005), Menyusuri Lorong-lorong Dunia Jilid 2 (2008). Sejak April 1996 menetap di Swiss. Suroso S.H., advokat yang juga mantan guide ini lahir di Purbalingga, 24 Januari 1965. Menamatkan pendidikan di Akademi Bahasa 17 Semarang/UNTAG Semarang, jurusan bahasa Inggris (1985-1988) dan melanjutkan studi di jurusan Hukum Universitas Saraswati Denpasar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar