Kebencian.
Kebencian,
Emosi,
Sakit Hati,
Mata Gelap,
Kepedulian,
Kasihsayang,
Cinta
Tulus
Ilmu
Tidak ada yang bisa menolak bahwa perasaan - perasaan itu terbatas eksistensinya di dunia ini.
Engkau ingin kontrak usia berapa tahun untuk memuaskan jiwa kebencian-kebencianmu ?, sepuluh tahun ?, dua puluh tahun ?, atau lima puluh tahun ?. Menyadari kesalahan yang tidak difahami itu adalah kearifan, sedangkan keras kepala hanyalah akan makin membuat hati bersedih karena telah engkau ukir dengan goresan-goresan kebencian yang menutup keindahan cahaya untuk masuk kedalam relung hatimu.
Kembangkan kepedulian dan kasih sayang, teriakkan sekeras-kerasnya kasih yang tulus agar kepedihan-kepediahn hati pergi meninggalkan wadag penerima cahaya suci itu.
Belajar membaca membuka cakrawala, ketika engkau harus melangkah menuju suatu titik akan lebih mudah engkau capai dengan sejauh apa cakrawala yang telah engkau dapat. Belajar kepada siapa saja dan dimana saja sehingga kita menjadi manusia yang utuh dan berguna bagi sesama.
Salam Cahaya
MAM.
KORAN JOGJA menyehatkan jiwa raga, sahabat siapa saja. Hamemayu Hayuning Bawana, mempercantik indahnya dunia, memelihara kelestarian bumi. Terdepan dalam mengajak masyarakat Indonesia untuk POSITIVE THINKING. Menolak segala Bullying dalam segala aspek.SAMBUT DENGAN GEMBIRA JAMAN ELING DAN WASPADA. JOGJA SEMANGAT. Website = http://www.koranjogja.info dan http://www.koran-jogja.com. E-mail: koranjogja@gmail.com.
Selasa, 15 November 2011
= Tidur
Tidur
"Kamu sedang apa ?"
"Aku sedang tidur."
Aneh, .....orang yang sedang tidur koq bisa menjawab.
Enggak masuk akal dan tidak akademis.
"Cinta, kamu sedang apa?"
"Aku sedang jatuh cinta."
"Cinta kepada siapa?"
"Cinta kepda diri sendiri!"
Aneh !!!
Dua peristiwa yang menurut logika awam adalah aneh tetapi tidak aneh bagi insan yang belajar untuk menjadi kamil.
Indahnya alam tidur ketika kita tetap bisa berkomunikasi dengan Sang Kekasih. Orang kesehatan mengatakan bahwa tidur yang baik adalah tidur yang berkualitas, tetapi bagi sang kamil, tidur yang berkualitas adalah "tidur yang tidak tidur."
Mbulet dan membingungkan, tetapi akan membuat bahagia bagi siapa saja yang telah dan akan merasakannya.
Cinta yang sebenarnya atau cinta yang duniawi ?, cinta duniawi adalah narsisus sedangkan cinta yang abadi dan suci adalah ketika kita telah berani untuk memutuskan menjadi seorang pengasah pisau yang tajam yang bernama hati.
Cinta tidur setelah laku-laku kerohanian yang berat dan penuh tantangan adalah dambaan, karena tidur dengan niat karena cinta kepada yang waspada merupakan perjalanan rohani yang tiada tara indahnya.
Maka, hormatilah tidurmu, karena tidurmu maka bisa jadi suatu ketika engkau menjadi seseorang yang mencintai tidur. Tidur
Salam Tidur
MAMA.
"Kamu sedang apa ?"
"Aku sedang tidur."
Aneh, .....orang yang sedang tidur koq bisa menjawab.
Enggak masuk akal dan tidak akademis.
"Cinta, kamu sedang apa?"
"Aku sedang jatuh cinta."
"Cinta kepada siapa?"
"Cinta kepda diri sendiri!"
Aneh !!!
Dua peristiwa yang menurut logika awam adalah aneh tetapi tidak aneh bagi insan yang belajar untuk menjadi kamil.
Indahnya alam tidur ketika kita tetap bisa berkomunikasi dengan Sang Kekasih. Orang kesehatan mengatakan bahwa tidur yang baik adalah tidur yang berkualitas, tetapi bagi sang kamil, tidur yang berkualitas adalah "tidur yang tidak tidur."
Mbulet dan membingungkan, tetapi akan membuat bahagia bagi siapa saja yang telah dan akan merasakannya.
Cinta yang sebenarnya atau cinta yang duniawi ?, cinta duniawi adalah narsisus sedangkan cinta yang abadi dan suci adalah ketika kita telah berani untuk memutuskan menjadi seorang pengasah pisau yang tajam yang bernama hati.
Cinta tidur setelah laku-laku kerohanian yang berat dan penuh tantangan adalah dambaan, karena tidur dengan niat karena cinta kepada yang waspada merupakan perjalanan rohani yang tiada tara indahnya.
Maka, hormatilah tidurmu, karena tidurmu maka bisa jadi suatu ketika engkau menjadi seseorang yang mencintai tidur. Tidur
Salam Tidur
MAMA.
= Insan Suci
Nabi
Aku mau apa ?
Mau apa aku dengan kebaikan-kebaikan yang aku terima ini ?
Kebanyakan orang hanya tahu kalau diriMu hanyalah sebagai oknum Yang Maha Pengasih dan Yang Maha Penyayang. Tetapi aku merasakan lebih dari itu, Engkau begitu sangat akrab denganku, Engkau begitu suka menghibur diriku dengan segala hadiah-hadiah kenikmatan rohani yang tidak dapat dinilai dengan materi.
Aku terharu.
Ijin.
Bumi berputar, Matahari bercahaya, semua planet yang beredar di dalam garis edarnya hanya akan terjadi jika mendapat ijin dariMu.
Pertemuan dua jiwa pria wanita juga hanya akan terjadi jika mendapat ijin dariNya.
Bagaimana dengan pertemuan dirimu dengan Sang Nabi besar itu ?, apakah itu hanya fatamorgana serta imaginasi dari pikiran-pikiran yang tidak terkontrol ?, atau hanya khayalan yang tidak jelas asal muasalnya ?. Tapi bagaimana mungkin imaginasi itu bisa terjadi pada saaat diri sedang dalam keadaan "tidak sadar diri" ?, bagaimana jika memang Yang Maha Kuasa menghendaki hal tersebut terjadi ?
Pertemuan itu sangat nyata dan indah, ketika aku mencoba mengangkat harkat dan kehormatan sang oknum, bukan persetujuan yang aku terima tetapi kebesaran dan kedahsyatan jiwa yang luhur dari Sang Oknum yang diajarkan kepadaku, jiwa rendah hati yang tidak pamrih serta melakukan hal yang mulia merupakan ajaran hidup yang dia coba berikan kepadaku.
Aku telah berguru kepadamu meskipun hanya sekilas, tetapi pelajaran hidup yang telah membekas dihati akan terus kukenang sehingga akan selalu mengingatkan aku untuk tetap terus memperingatinya.
Salam
MAMA.
Aku mau apa ?
Mau apa aku dengan kebaikan-kebaikan yang aku terima ini ?
Kebanyakan orang hanya tahu kalau diriMu hanyalah sebagai oknum Yang Maha Pengasih dan Yang Maha Penyayang. Tetapi aku merasakan lebih dari itu, Engkau begitu sangat akrab denganku, Engkau begitu suka menghibur diriku dengan segala hadiah-hadiah kenikmatan rohani yang tidak dapat dinilai dengan materi.
Aku terharu.
Ijin.
Bumi berputar, Matahari bercahaya, semua planet yang beredar di dalam garis edarnya hanya akan terjadi jika mendapat ijin dariMu.
Pertemuan dua jiwa pria wanita juga hanya akan terjadi jika mendapat ijin dariNya.
Bagaimana dengan pertemuan dirimu dengan Sang Nabi besar itu ?, apakah itu hanya fatamorgana serta imaginasi dari pikiran-pikiran yang tidak terkontrol ?, atau hanya khayalan yang tidak jelas asal muasalnya ?. Tapi bagaimana mungkin imaginasi itu bisa terjadi pada saaat diri sedang dalam keadaan "tidak sadar diri" ?, bagaimana jika memang Yang Maha Kuasa menghendaki hal tersebut terjadi ?
Pertemuan itu sangat nyata dan indah, ketika aku mencoba mengangkat harkat dan kehormatan sang oknum, bukan persetujuan yang aku terima tetapi kebesaran dan kedahsyatan jiwa yang luhur dari Sang Oknum yang diajarkan kepadaku, jiwa rendah hati yang tidak pamrih serta melakukan hal yang mulia merupakan ajaran hidup yang dia coba berikan kepadaku.
Aku telah berguru kepadamu meskipun hanya sekilas, tetapi pelajaran hidup yang telah membekas dihati akan terus kukenang sehingga akan selalu mengingatkan aku untuk tetap terus memperingatinya.
Salam
MAMA.
= The Mataram
The Mataram.
Indahnya falsafah hidup yang terlahir dari para sesepuh pemangku Mataram.
Laku.
Konsep-konsep yang indah yang terlahir itu tidak lahir dari orang-orang yang malas berjalann, tetapi tercetus dari insan-insan indah yang mau melakukan laku dan berani keras kepada diri sendiri.
Pertanyaan,
Jika ada dua orang yang berbicara tentang berenang, yang satu hanya membaca tentang teori berenang, sedangkan yang lain berani melakukan laku berenang, siapakah yang betul-betul faham tetang berenang tersebut ?
Banyak falsafah yang telah lahir dari para putera-putera terbaik Mataram, mereka telah melakukan laku yang begitu berat sehingga mereka dengan indahnya dapat mencetuskan nilai-nilai kehidupan yang berdasarkan cipta, karsa dan rasa menggetarkan sanubari umat manusia.
Sang Mangkubumi telah melahirkan falsafah yang indah "Hamemayu Hayuning Bawana", turut mempercantik indahnya Dunia dan turut serta melestarikan bumi.
Suatu falsafah hidup yang mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik kepada sesama manusia, kepada sesama makhluk hidup serta berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Jika dikau bicara tentang salah satu falsafah hidup para pemangku adat tersebut, seyogyanya dikau sudi kiranya untuk menengok laku yang telah dikau tempuh, ketika dikau berbicara soal kebaikan maka berarti dikau sudah sudi selalu memberikan nasi dan pertolongan kepada orang lain, tidak hanya bicara soal kebaikan dimulut saja.
Salam
MAMA.
Indahnya falsafah hidup yang terlahir dari para sesepuh pemangku Mataram.
Laku.
Konsep-konsep yang indah yang terlahir itu tidak lahir dari orang-orang yang malas berjalann, tetapi tercetus dari insan-insan indah yang mau melakukan laku dan berani keras kepada diri sendiri.
Pertanyaan,
Jika ada dua orang yang berbicara tentang berenang, yang satu hanya membaca tentang teori berenang, sedangkan yang lain berani melakukan laku berenang, siapakah yang betul-betul faham tetang berenang tersebut ?
Banyak falsafah yang telah lahir dari para putera-putera terbaik Mataram, mereka telah melakukan laku yang begitu berat sehingga mereka dengan indahnya dapat mencetuskan nilai-nilai kehidupan yang berdasarkan cipta, karsa dan rasa menggetarkan sanubari umat manusia.
Sang Mangkubumi telah melahirkan falsafah yang indah "Hamemayu Hayuning Bawana", turut mempercantik indahnya Dunia dan turut serta melestarikan bumi.
Suatu falsafah hidup yang mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik kepada sesama manusia, kepada sesama makhluk hidup serta berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Jika dikau bicara tentang salah satu falsafah hidup para pemangku adat tersebut, seyogyanya dikau sudi kiranya untuk menengok laku yang telah dikau tempuh, ketika dikau berbicara soal kebaikan maka berarti dikau sudah sudi selalu memberikan nasi dan pertolongan kepada orang lain, tidak hanya bicara soal kebaikan dimulut saja.
Salam
MAMA.
= 99
99
Kepala Kelapa.
Kepala
Kelapa
Kepala Kelapa
1993.
1 -- 99 -- 3
Dulu sekali aku alergi dengan angka, tetapi angka telah mengajarkan kepadaku untuk mencintai nilai-nilai.
Melalui Tahun itu adalah tahun yang memberikan berkah, jalan terjal kutempuh, badai penghalang aku peluk dan aku belai demi makna apa yang dikandung peristiwa yang indah itu.
Aku membuka kelapa, kelapa hijau, yang putih isinya dan penuh dengan misteri-misteri yang harus aku kuak dengan kelembutan dan kecerdasan hati.
Wadag, Jasad, Fisik, mata melihat sesuatu yang biasa, tapi mata hati tidak demikian, ada suatu pelajaran berharga yang bisa aku petik dari lapisan-lapisan kelapa yang penuh dengan makna itu.
Lapisan pelindung terluar yang berguna, dilanjutkan dengan lapisan berikutnya yang bermakna, dilanjutkan dengan lapisan berikutnya yang hanya bisa diurai dengan ketundukan dan rendah hati.
Anda tahu, saya tahu minyak kelapa tetapi kita tidak tahu apa sesungguhnya makna dari minyak kelapa. Cahaya, minyak kelapa yang menerangi lingkungan kita itu sesungguhnya telah mengajarkan kepada kita akan apa yang harus kita lakukan dalam hidup ini.
Aku takut sombong tetapi aku harus bicara, itulah pencerahan, PENCERAHAN adalah makna dari kelapa yang sesungguhnya.
Selamat Minum Air Kelapa
Salam Kelapa
MAMA
Kepala Kelapa.
Kepala
Kelapa
Kepala Kelapa
1993.
1 -- 99 -- 3
Dulu sekali aku alergi dengan angka, tetapi angka telah mengajarkan kepadaku untuk mencintai nilai-nilai.
Melalui Tahun itu adalah tahun yang memberikan berkah, jalan terjal kutempuh, badai penghalang aku peluk dan aku belai demi makna apa yang dikandung peristiwa yang indah itu.
Aku membuka kelapa, kelapa hijau, yang putih isinya dan penuh dengan misteri-misteri yang harus aku kuak dengan kelembutan dan kecerdasan hati.
Wadag, Jasad, Fisik, mata melihat sesuatu yang biasa, tapi mata hati tidak demikian, ada suatu pelajaran berharga yang bisa aku petik dari lapisan-lapisan kelapa yang penuh dengan makna itu.
Lapisan pelindung terluar yang berguna, dilanjutkan dengan lapisan berikutnya yang bermakna, dilanjutkan dengan lapisan berikutnya yang hanya bisa diurai dengan ketundukan dan rendah hati.
Anda tahu, saya tahu minyak kelapa tetapi kita tidak tahu apa sesungguhnya makna dari minyak kelapa. Cahaya, minyak kelapa yang menerangi lingkungan kita itu sesungguhnya telah mengajarkan kepada kita akan apa yang harus kita lakukan dalam hidup ini.
Aku takut sombong tetapi aku harus bicara, itulah pencerahan, PENCERAHAN adalah makna dari kelapa yang sesungguhnya.
Selamat Minum Air Kelapa
Salam Kelapa
MAMA
= Jarak
JARAK.
"Berapa km jarak Jogja - Jakarta ?"
"Berapa jarak hatimu dengan kekasihmu ?"
"Berapa jarak dirimu dengan istrimu ?"
"BERAPA JARAK DIRIMU DENGAN YANG MAHA KUASA?" tanya si Asep, anak angkatku
"Aku tidak tahu bosss, emangnya ada alat yang bisa untuk mengukur jarak diriku dengan Yang Maha Kuasa?" celoteh aku didalam hati, sambil aku tengok kanan kiri mencari kursi untuk duduk di sebuah Mall di kotaku.
Sambil memegang Laptop-ku yang sudah kusut ( laptop : lap topi ), aku terhenyak melihat "pemandangan" yang menarik didepanku. Wuah,....kebetulan tuch ada sejoli remaja yang kelihatannya sedang jatuh cinta, saking jatuh cintanya sehingga mereka berdua sudah tidak memperhatikan lagi lingkungan sekelilingnya, namanya saja cinta monyet.
"Iseng ach." celetukku dalam hati. Akhirnya aku memutuskan untuk mendatangi sejoli remaja tersebut, just and sekedar sedikit melakukan interview kepada mereka.
"Dek, adik, tolong dan mohon maaf, pelukan anda berdua agak dikendorkan sedikit, kira-kira boleh engga saya melakukan interview kepada anda?" tanyaku kepda mereka berdua.
Mungkin karena aku orang yang ramah dan cukup karismatik, sehingga kedua sejoli itu secara bersamaan dan tanpa disadari menjawab dengan tegas " Boleh saja Om.!"
Wah, hatiku sangat riang gembira karena pag-pagi sudah mendapatkan "mangsa" yang mengasyikkan.
Si MAM mulai beraksi : "Dek, maaf ya, kira-kira adek-adek ini kenalnya sudah berapa lama?" tanyaku dengan penuh antusias.
Sang sejolipun kemudian tanpa ada yang memerintahkan menjawab dengan penuh semangat : "Lima menit yang lalu!!!".
Si MAM : "Edan tenan, mosok barusan kenalan 5 menit langsung bisa peluk-pelukan?!" gumanku dalam hati.
Si MAM: " Yang bener nich?, kog bisa ya ?" sambil aku memperkenalkan nama nicku kepada mereka, " Nama saya MAM."
Sejoli : " Terkejut ya Om ?, begini Om MAM, sebenarnya kami ini kenalan sudah lama, kami saling mengenal kurang lebih sudah 5 tahun, kebetulan saya selama ini di Amerika belajar Macapat dan sains, jadi selama ini saya berhubungan dengan calon saya ini melalui Facebook MZ." Ujar salah satu sejoli yang berkelamin pria tersebut.
Si MAM : "Wah, hm, lalu bagaimana sich hubungan anda berdua ini ?, maksud saya sejauh apa iktan batin atau jarak rasa saling memiliki diantara anda berdua tersebut?" tanyaku kepada mereka.
Sejoli : " Ya itu om, seperti mimi lan mintuno, kami berharap semoga hubungan kami sampai kaki-kaki lan nini-nini, yaitu menggambarkan sebuah hubungan dua lawan jenis yang diikat dengan perkawinan yang sah yang langgeng sampai kakek-kakek dan nenek-nenek.!"
Si MAM : " Wuaahhhh, huebat tenan iki." kataku samil mengacungkan jempol.
Si MAM : " Terimakasih ya dek, maturnuwun sekali karena anda berdua telah meluangkan waktu untuk saya."
Sejoli : : " Oke om, sama-sama, selamat jalan-jalan sambil cuci mata"
Prettttt ....aku bersedih karena diledek oleh sang sejoli tersebut.
Aku jadi loyo setelah mendengarkan kalimat - kalimat yang meluncur dengan lugunya lewat bibir-bibir mereka yang indah. Loyoku bukan loyo sembarangan, tetapi loyo karena rasa bersyukur karena aku mendapatkan ilmu yang mencerahkan di pagi hari yang indah ini.
Aku jadi berfikir, kalau antar sesama manusia yang dihubungkan denga internet atau FB karena jarak yang memisahkan diantara mereka saja bisa menghasilkan hubungan yang sangat erat sekali, tentu saja pasti hal seperti itu bisa terjadi pada hubungan atau relasi antara Manusia dengan Yang Maha Kuasa, tentu saja yang saya maksud disini adalah ikatan batin antara Manusia dengan Yang Maha Kuasa.
"Sep, Asep, lho si Asep koq malah tidur ?"
Yang Maha Kuasa pernah berfirman bahwa hidup ini adalah permainan dan sandiwara belaka. Akhirnya kini aku mendepatkan pencerahan lagi, karena ternyata hidup yang permainan itu mempunyai beberapa makna. Makna yang negatif adalah ketika kita terjebat dalam permainan kehidupan yang bermewah-mewah sehingga kita lupa dengan tetangga kita serta kepada Yang Maha Kuasa. Makna permainan yang positif terjadi ketika Yang Maha Kuasa sedang menguji kita tetapi sekaligus ingin menunjukkan kasih sayangnya lewat berkah, karunia serta pemberian-pemberian yang tiada tara kepada kita.
Ketika kita berniat untuk melangkah satu langkah kepada Yang Maha Kuasa, maka Yang Maha Kuasa akan melangkah kepda kita sejauh 10 langkah, ketika kita mendekat 10 langkah kepada Yang Maha Kuasa maka Dia akan 100 langkah mendekat kepada kita. Pertanyaannya, bagaimana kalau kita berniat dekat dengannya lewat asmaNya yang indah tersebut yang disalurkan lewat pembuluh darah kita ? mungkin para sahabat sudah bisa menjawabnya. Ketika kita sudah dekat kepadaNya maka pada saat kita mau berniat meminta kepdaNya maka apa yang kita niatkan akan wujud dengan sendirinya, semoga.
Salam
MAMA.
"Berapa km jarak Jogja - Jakarta ?"
"Berapa jarak hatimu dengan kekasihmu ?"
"Berapa jarak dirimu dengan istrimu ?"
"BERAPA JARAK DIRIMU DENGAN YANG MAHA KUASA?" tanya si Asep, anak angkatku
"Aku tidak tahu bosss, emangnya ada alat yang bisa untuk mengukur jarak diriku dengan Yang Maha Kuasa?" celoteh aku didalam hati, sambil aku tengok kanan kiri mencari kursi untuk duduk di sebuah Mall di kotaku.
Sambil memegang Laptop-ku yang sudah kusut ( laptop : lap topi ), aku terhenyak melihat "pemandangan" yang menarik didepanku. Wuah,....kebetulan tuch ada sejoli remaja yang kelihatannya sedang jatuh cinta, saking jatuh cintanya sehingga mereka berdua sudah tidak memperhatikan lagi lingkungan sekelilingnya, namanya saja cinta monyet.
"Iseng ach." celetukku dalam hati. Akhirnya aku memutuskan untuk mendatangi sejoli remaja tersebut, just and sekedar sedikit melakukan interview kepada mereka.
"Dek, adik, tolong dan mohon maaf, pelukan anda berdua agak dikendorkan sedikit, kira-kira boleh engga saya melakukan interview kepada anda?" tanyaku kepda mereka berdua.
Mungkin karena aku orang yang ramah dan cukup karismatik, sehingga kedua sejoli itu secara bersamaan dan tanpa disadari menjawab dengan tegas " Boleh saja Om.!"
Wah, hatiku sangat riang gembira karena pag-pagi sudah mendapatkan "mangsa" yang mengasyikkan.
Si MAM mulai beraksi : "Dek, maaf ya, kira-kira adek-adek ini kenalnya sudah berapa lama?" tanyaku dengan penuh antusias.
Sang sejolipun kemudian tanpa ada yang memerintahkan menjawab dengan penuh semangat : "Lima menit yang lalu!!!".
Si MAM : "Edan tenan, mosok barusan kenalan 5 menit langsung bisa peluk-pelukan?!" gumanku dalam hati.
Si MAM: " Yang bener nich?, kog bisa ya ?" sambil aku memperkenalkan nama nicku kepada mereka, " Nama saya MAM."
Sejoli : " Terkejut ya Om ?, begini Om MAM, sebenarnya kami ini kenalan sudah lama, kami saling mengenal kurang lebih sudah 5 tahun, kebetulan saya selama ini di Amerika belajar Macapat dan sains, jadi selama ini saya berhubungan dengan calon saya ini melalui Facebook MZ." Ujar salah satu sejoli yang berkelamin pria tersebut.
Si MAM : "Wah, hm, lalu bagaimana sich hubungan anda berdua ini ?, maksud saya sejauh apa iktan batin atau jarak rasa saling memiliki diantara anda berdua tersebut?" tanyaku kepada mereka.
Sejoli : " Ya itu om, seperti mimi lan mintuno, kami berharap semoga hubungan kami sampai kaki-kaki lan nini-nini, yaitu menggambarkan sebuah hubungan dua lawan jenis yang diikat dengan perkawinan yang sah yang langgeng sampai kakek-kakek dan nenek-nenek.!"
Si MAM : " Wuaahhhh, huebat tenan iki." kataku samil mengacungkan jempol.
Si MAM : " Terimakasih ya dek, maturnuwun sekali karena anda berdua telah meluangkan waktu untuk saya."
Sejoli : : " Oke om, sama-sama, selamat jalan-jalan sambil cuci mata"
Prettttt ....aku bersedih karena diledek oleh sang sejoli tersebut.
Aku jadi loyo setelah mendengarkan kalimat - kalimat yang meluncur dengan lugunya lewat bibir-bibir mereka yang indah. Loyoku bukan loyo sembarangan, tetapi loyo karena rasa bersyukur karena aku mendapatkan ilmu yang mencerahkan di pagi hari yang indah ini.
Aku jadi berfikir, kalau antar sesama manusia yang dihubungkan denga internet atau FB karena jarak yang memisahkan diantara mereka saja bisa menghasilkan hubungan yang sangat erat sekali, tentu saja pasti hal seperti itu bisa terjadi pada hubungan atau relasi antara Manusia dengan Yang Maha Kuasa, tentu saja yang saya maksud disini adalah ikatan batin antara Manusia dengan Yang Maha Kuasa.
"Sep, Asep, lho si Asep koq malah tidur ?"
Yang Maha Kuasa pernah berfirman bahwa hidup ini adalah permainan dan sandiwara belaka. Akhirnya kini aku mendepatkan pencerahan lagi, karena ternyata hidup yang permainan itu mempunyai beberapa makna. Makna yang negatif adalah ketika kita terjebat dalam permainan kehidupan yang bermewah-mewah sehingga kita lupa dengan tetangga kita serta kepada Yang Maha Kuasa. Makna permainan yang positif terjadi ketika Yang Maha Kuasa sedang menguji kita tetapi sekaligus ingin menunjukkan kasih sayangnya lewat berkah, karunia serta pemberian-pemberian yang tiada tara kepada kita.
Ketika kita berniat untuk melangkah satu langkah kepada Yang Maha Kuasa, maka Yang Maha Kuasa akan melangkah kepda kita sejauh 10 langkah, ketika kita mendekat 10 langkah kepada Yang Maha Kuasa maka Dia akan 100 langkah mendekat kepada kita. Pertanyaannya, bagaimana kalau kita berniat dekat dengannya lewat asmaNya yang indah tersebut yang disalurkan lewat pembuluh darah kita ? mungkin para sahabat sudah bisa menjawabnya. Ketika kita sudah dekat kepadaNya maka pada saat kita mau berniat meminta kepdaNya maka apa yang kita niatkan akan wujud dengan sendirinya, semoga.
Salam
MAMA.
= Kesadaran
Bicara soal Tuhan.
Engkau sama sekali tidak mau mengenal Istrimu.
Engkau sama sekali tidak peduli dengan istrimu.
Engkau sama sekali tidak mau memahami perasaan istrimu.
Engkau sama sekali tidak mau berbagi dengan istrimu.
Engkau tidak menafkahi istrimu, meski itu sudah menjadi perjanjian sehidupsematimu.
Engkau tidak mengenal dan tidak mau mengenal Yang Maha Kuasa, bagaimana mana mungkin engkau bicara soal sesuatu yang tidak engkau kenal dan tidak engkau fahami ?.
Aku tidak tahu bagaimana logikamu berbicara....
Salam
MAM.
Engkau sama sekali tidak mau mengenal Istrimu.
Engkau sama sekali tidak peduli dengan istrimu.
Engkau sama sekali tidak mau memahami perasaan istrimu.
Engkau sama sekali tidak mau berbagi dengan istrimu.
Engkau tidak menafkahi istrimu, meski itu sudah menjadi perjanjian sehidupsematimu.
Engkau tidak mengenal dan tidak mau mengenal Yang Maha Kuasa, bagaimana mana mungkin engkau bicara soal sesuatu yang tidak engkau kenal dan tidak engkau fahami ?.
Aku tidak tahu bagaimana logikamu berbicara....
Salam
MAM.
Langganan:
Postingan (Atom)