Sabtu, 27 Februari 2010

= K E D A I F I L M N U S A N T A R A

http://www.facebook.com/search/?q=koran+jogja&init=quick#!/group.php?gid=166787165963&ref=mf

MENUMBUHKAN JEJARING ANTAR KOMUNITAS FILM DI SELURUH NUSANTARA DALAM MENAMPILKAN GAMBAR HIDUP NUSANTARA

Basic Info


Name:

KEDAI FILM NUSANTARA

Category:
Entertainment & Arts - Movies
Description:
28-10-2009

Kumpulnya kita-kita di Jakarta, dilandasi pemikiran yang sadar akan kecintaan yang sama pada budaya kreatif serta niat untuk turut ambil bagian dalam dinamika dunia perfileman di Indonesia. Kala kreatif ada maka KFN terjelma.

Berbekal pergumulan dan pengalaman kerja nyata, kita bersepakat untuk menyatukan energi yang kita miliki untuk segera diolah menjadi wujud sebuah sistem yang memiliki daya manfaat bagi kewujudan triliunan pelangi inspirasi kreatif yang tersebar di... (read more)
Privacy Type:
Open: All content is public.


Contact Info


Email:
info@kedaifilmnusantara.com
Website:
http://www.kedaifilmnusantara.com
Office:
TMII
Location:
Jakarta, Indonesia

Recent News

News:
ESTETIKA
KEDAI FILM NUSANTARA
CITA-CITA KEINDAHAN ETIKA BANGSA

Berfikir menukik ke substansi eksistensial untuk menemukan esensi adalah petualangan sia-sia jika dunia sebagai realitas dan entitasnya hanya dimaknai sebagai hiburan gratis di ruang hampa. Berfikir lalu hanya sebagai aktifitas sampingan di daerah stateless untuk mengumbar gejolak histeria dari keliaran nalar di kesesatan ranah kebebasan yang nonsense itu. Nonsens bagi KFN adalah kebinatangan. Kedai Film Nusantara (KFN) adalah commonsense.

KFN bukan sumur tanpa dasar. KFN adalah sumur wildcat dimana hubungan antara gagasan dan energi bernilai luhur sebagai gerak kesungguhan perjuangan untuk tetap sadar; hidup meski bebas sangatlah terbatas. Keterbatasan sebagai wujud keindahan; karena keterbatasanlah sesuatu mencapai keindahannya. Keindahan karena keterbatasan; sesuatu menjadi indah tatkala menemukan misteri (esensi) batas-batas keterbatasannya yang terus berkembang.

Manusia tanpa Tuhan hilang keindahannya yang paling tinggi dikarenakan dirinya kehilangan penghargaan dan nikmatnya memikul kesalahannya hidup mewah di alam istana atau memikul dosa akibat memakan buah larangan di taman sorga. Sorga melahirkan Naraka, adalah awal alam. Tuhan menciptakan lewat peristiwa rohaniah penting yang menjadi orbit atom-atom semesta yang kebersyukurannya ada dalam tunggal cita-cita. Apakah itu, darimanakah dan mau kemanakah tunggal cita-cita; tak mungkin sel-sel otak, segumpal hati atau harmonisasi cairan hormonal pada kelenjar-kelenjar memahaminya secara utuh, karena pemahaman semua itu haruslah berupa pemahaman atom-atom pada jaringan seluruh tubuh yang menjadi kesadaran kesementaraan, anugerah dan keabadian, yang rumit tak terjangkau. Menjadikan nonsens sebagai commonsense, manusia akan beku di batas alam tubuh a historys; peradaban tanpa kelamin. Manusia tanpa kemaluan akan melayang-layang menanggung derita siksa tipuan bayangan hidup di sepanjang kekosongannya.

KFN sebagai laboratorium nusantara, akan bekerja dengan menguntaikan dengan tekun dan kokoh sebagai jejaring kebersamaan guna memelihara dan mengolah seluruh potensi keindahan atau keterbatasan yang dimiliki. KFN harus segera bekerja dan menemukan Formula Indonesia Baru, yang substansi keindahannya adalah tunggal cita-cita yaitu Indahnya Etika.

Indahnya Etika adalah keindahan yang menempatkan karya sebagai bagian tak terpisahkan dari pembuat dan penikmat di mana impact hubungan seimbang dan dinamis ketiganya nilainya lebih penting dari argument keindahan intelektualnya.

Indahnya Etika sebagai suatu kesepakatan kebudayaan antara fihak produsen dan konsumen budaya seni baru untuk tidak melakukan eksplorasi manipulatif dengan mempolitisir entitas sebagai benda mati tanpa harga diri.

Indahnya Etika secara tajam menghormati keterbukaan dengan tidak menelanjanginya akan tetapi justru memberinya gaun yang bernilai sebagai cara menghargai tubuh dengan seluruh bahasa kebudayaan.

Indahnya Etika bagi KFN sebagai sumber cahaya yang harus terus-menerus diganggu agar waktu tidak gagu, dilindungi agar terpojok kemudian memupuk diri untuk semakin kuat menghadapi berbagai siasat keindahan palsu, dibongkar agar waktu terbakar dan lahir perstiwa yang menyadarkan hidup dari ketidakindahan.

Rumli Chairil Noer

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar