Jumat, 26 Februari 2010

= SILAVALENTINE

SILAVALENTINE

Nanang Rakhmat Hidayat, S.sn. HDII, pernah menjadi mahasiswa Jurusan Geothermal, Fakultas Teknik Perminyakan UPN Yogyakarta 1985-1988, kemudian terdaftar sebagai mahasiswa ISI Yogyakarta program studi desain interior dan dinyatakan lulus tanpa wisuda tahun 1994.

Sebelumya ia sering terlibat pada kegiatan perancangan interior di dalam dan luar negeri. Kemudian melakukan beberapa penelitian, antara lain dengan judul “audiovisual sebagai media alternative metode pembelajaran penyandang autisme” yang dikerjakannya tahun 2001 di lembaga penelitian ISI Yogyakarta.

Sejak akhir april 2003 Nanang memulai “perburuan” burung Garuda Pancasila, yang mana akan dipersiapkan olehnya untuk materi pameran foto dalam acara gelar seni Institut Seni Indonesia di Museum Nasional, Jakarta 10 mei 2003.
Kemudian dari peristiwa tersebut lahirlah pengalaman visual, pengetahuan sejarah, kekaguman dan lebih jauh lagi melebar kepada pertanyaan siapa sesungguhnya perancang burung garuda sebagi lambang Negara Republik Indonesia.

Ketekunan Nanang membuahkan sebuah buku tentang kumpulan informasi, referensi dan karya foto tentang burung garuda pancasila.
Diterbitkan tahun 2008, buku Mencari Telur Garuda berbicara banyak tentang asal muasal lambang negara kita, yang mana tidak banyak masyarakat yang tahu siapa dan bagaimana ia diciptakan.

Kali ini Nanang merespon bulan valentine dan sila kedua dari pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab, yang mana di dalam butir-butirnya di jelaskan secara gamblang tentang mengamalkan cinta.
Sekaligus disini Nanang akan melakukan elaborasi karya visual dan performance dengan memasak telur garuda sebagi menu makanan di ViaVia.

Nanang akan membawa pancasila ke publiknya yang beragam, lebih lebih di ViaVia karena disini berkumpul mono-plurasim, bhinneka yang sesungguhnya, tanpa batas ras, agama, suku dan negara.





SILAVALENTINE

Nanang Rakhmat Hidayat, S.sn. HDII was a student of geothermic at the UPN Yogyakarta Faculty of Petroleum from 1985 to 88. He then shifted to ISI Yogyakarta to study interior design. He graduated in 1994.

Before that, he was often involved in interior design planning in Indonesia and abroad. He also conducted research, one with the title “Audiovisuals as an alternative teaching method for autism” (ISI, 2001).

At the end of April 2003, Nanang started his “hunt” for the Garuda Eagles for photography exhibitions at the national museum (Jakarta, May 10, 2003). From this developed his visual arts experience, his understanding for history and admiration for and interest in who really designed the Garuda as a national symbol for the Indonesian Republic.
http://www.facebook.com/?ref=home#!/event.php?eid=193581129949&index=1

enis:
Waktu Mulai:
06 Februari 2010 jam 19:30
Waktu Selesai:
06 Maret 2010 jam 22:30
Tempat:
ViaVia Cafe
Nama Jalan:
Jl. Prawirotaman 30
Kota/Daerah:
Jogjakarta, Indonesia



Nanang’s work resulted in a book with information, references and photography of the Garuda Pancasila. Published in 2008, the book “Mencari Telur Garuda” (Searching for eggs of the Garuda) discusses the origins of our country’s national symbol. (Pancasila is the official foundation of the Indonesian state. It comprises of five inseparable and interrelated principles.)

This time Nanang chooses, through his artwork, to correlate Valentine day and the second principle of the Pancasila, which strives for a just and civilized humanity. The connection with Valentine can be found in how this second principle basically explains love in all its aspects.

At the opening Nanang will also perform a cooking demonstration placing Garuda eggs on the ViaVia menu. By frying these eggs Nanang brings the pancaslia to ViaVia, a meeting place for a diverse audience with true bhinneka (diversity) with no restrictions on race, religion, tribe and nationality.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar