Minggu, 19 September 2010

= Tari 'Akkarena Sombali' oleh Wiwiek Sipala (Makassar & Jakarta)


Time
Thursday, September 23 · 8:00pm - 10:00pm

LocationTeater Salihara
Jl. Salihara no.16 Pejaten Barat, Pasar Minggu
Jakarta, Indonesia

Created By
More Info
Tari - Festival Salihara 2010

Wiwiek Sipala (Makassar & Jakarta, Indonesia)
Akkarena Sombali
Kamis, 23 September 2010 pukul 20:00-22:00 WIB
...
Akkarena adalah tarian tradisional Makassar yang ditengarai telah berkembang sejak abad ke-14 Masehi. Ia berawal dari mitos perpisahan dewa-dewi penghuni boting langi (negeri kahyangan) dengan penghuni lino (bumi). Dewa-dewi itu turun dari kahyangan dan tinggal bersama penduduk bumi untuk mengajarkan manusia tata cara hidup, bercocok tanam, beternak, berburu, bermusyawarah, hingga bergotong royong. Saat perpisahan terjadi, para penghuni bumi menyampaikan terima kasih mereka melalui gerakan-gerakan yang sejak saat itu disebut Akkarena.

Gerakan-gerakan dalam Akkarena merupakan kontras antara musik yang rancak, ritmis dan dinamis, dengan gerakan yang lemah-lembut, pelan tapi tegas. Secara tradisional, pementasan Akkarena dimulai pada pukul 4 sore sampai subuh. Dalam pentas yang lengkap, para pemusik Akkarena memainkan tetabuhan Gandrang Akkarena yang lambat laun berganti sesuai dengan pergantian waktu. Pada awal pementasan, musik yang dimainkan cenderung riang gembira, bagian kedua (sampai menjelang tengah malam) cenderung kontemplatif, khusyuk dan syahdu, sementara bagian ketiga lebih tenang dan seolah penuh harapan menyongsong hari baru.

Tarian ini terbagi atas 12 babak. Meskipun di tiap babak tampak gerakan yang nyaris sama, terkandung makna yang berbeda-beda. Gerakan pada posisi duduk menjadi pertanda awal dan akhir tarian ini. Gerakan berputar mengikuti arah jarum jam menunjukkan siklus kehidupan manusia. Sementara gerakan naik turun, tak ubahnya cermin irama kehidupan. Aturan mainnya, seorang penari Akkarena tidak diperkenankan membuka matanya terlalu lebar. Demikian pula dengan gerakan kaki, tidak boleh diangkat terlalu tinggi.

Akkarena Sombali adalah hasil pemaknaan ulang Wiwiek Sipala sejak pertama kali mendalami Akkarena pada 1963. Sombali yang berarti kembara, menyiratkan bentuk Akkarena yang merupakan gabungan dari sejumlah varian Akkarena yang telah dikenal luas, yang kemudian dilahirkan kembali sebagai tafsir baru, dengan memasukkan sejumlah unsur yang merupakan telaah pribadi. Ia adalah Akkarena yang sama, namun menjelma liyan karena dilahirkan di tanah lain.

=========================================

Dance - Festival Salihara 2010
Salihara Theater

Wiwiek Sipala (Makassar & Jakarta, Indonesia)
Akkarena Sombali
Thu, 23 September 2010 8:00pm - 10:00pm

Akkarena is a traditional dance of Makassar allegedly developed since the 14th century. It began from the myth of the parting between the gods, residents of boting langi (the land of heaven) with the residents of lino (the earth). The gods come down from heaven and live with the residents of earth in order to teach the people how to live, how to cultivate, raise livestock, hunt, assemble and reach agreements, and provide mutual assistance.

When their parting must take place, the people of earth express their gratitude through movements that until today are called Akkarena. The movements of Akkarena are a contrast between lively, rhythmic and dynamic music with soft, gentle, slow yet firm movements. Traditionally, a Akkarena performance begins at four in the afternoon and lasts until dawn. In a complete performance, the musicians play the piece Gandrang Akkarena which slowly changes to suit the changes in the time. At the start of the performance, the music played tends to be light and joyful, the second part (as it nears the middle of the night) tends to be contemplative, religious and devotional, while the third part is calmer and as if welcoming a new day full of hope.

This dance is divided into 12 sections. Although in each section the movements that appear are almost the same, they hold different meanings. Movements in a sitting position mark the beginning and end of the dance. Movements which turn in a clockwise direction express the cycle of human life. While movements that rise and fall are none other than the rhythm of life. In the performance, a Akkarena dancer is not allowed to open her eyes too wide. Similarly, in the leg movements, she may not lift her legs too high.

Akkarena Sombali is the result of Wiwiek Sipala’s redefinition of Akkarena since she first began to study the dance form in 1963. Sombali which means to wander, implies that this form of Akkarena which is the combination of a number of Akkarena variations that are widely known, are then presented as a new interpretation, including some elements from her personal research. It is the same Akkarena, but transformed into another, because it was born in a different place.

========================================

Informasi Acara & Tiket Pertunjukan

Informasi acara & reservasi tiket (kecuali pameran)
021-789-1202, 0817-077-1913
0857-193-111-50, 0812-8184-5500, 021-9974-5934
melan@salihara.org, dita@salihara.org
Informasi pameran & Galeri Salihara
021-9619-2632, ipiet@salihara.org

Pemesanan dapat dilakukan melalui telepon, SMS, dan/atau online di www.salihara.org
Pembayaran dapat dilakukan secara langsung di loket Salihara, atau transfer/setor ke BCA No. 450-30-17108 a.n. Yay. Utan Kayu.
Pembayaran melalui transfer dianggap sah setelah bukti transfer difaks ke 021-781-8849. Bukti transfer asli wajib ditunjukkan saat mengambil tiket.
Pemesanan tiket yang tidak dilunasi dalam 3 hari akan dianggap batal.
Pemesanan tiket pertunjukan ditutup pada hari H-2 pukul 17:00 WIB. Setelah itu, loket Salihara hanya melayani pembelian secara langsung.
Pelajar/Mahasiswa yang ingin mendapatkan tiket harga khusus wajib membawa kartu pelajar/mahasiswa.
Tiket yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan.
Pers yang ingin meliput wajib memberi konfirmasi maksimal hari H-1 pukul 17:00 WIB, karena jumlah tiket pers sangat terbatas.

Waktu Operasional
Waktu operasional untuk seluruh komunikasi dan Loket Salihara
Senin-Jumat, 09:00-17:00 WIB
Sabtu, 16:00-19:00 WIB
Minggu dan hari libur nasional tutup, kecuali ada acara
Bila ada acara, waktu operasional diperpanjang hingga pukul 21:00 WIB
Waktu operasional khusus pameran
Senin-Sabtu, 11:00-20:00 WIB
Minggu dan hari libur nasional tutup

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar