Selasa, 16 November 2010

=LIANTO TJAHJOPUTRO KONSER GITAR KLASIK & DISKUSI

Waktu
19 November · 19:00 - 21:30

TempatKelapa Gading
Jl. Mahendradata – Cargo Permai 16 X (Suzuki perempatan Gatsu Barat - Buluh Indah ke Utara)
Denpasar, Indonesia

Dibuat oleh:

Info Selengkapnya
NB: Cepet buruan ntar undangannya habis, karena free ticket!


Untuk membangkitkan semangat dunia gitar Bali :
KONSER GITAR KLASIK & DISKUSI oleh Lianto Tjahjoputro. Konser ini dibuka untuk umum dan sengaja kami buat GRATIS! Selain KONSER, akan ada sesi DISKUSI dimana Anda bebas bertanya dan berdiskusi dengan Lianto Tjahjoputro tentang apa saja mengenai GITAR dan MUSIK. Acara ini akan diadakan pada:

Hari, tanggal : Jumat, 19 November 2010
Waktu : 19.00 WITA
Tempat : Kelapa Gading, Jl. Mahendradata – Cargo Permai 16 X DENPASAR (Suzuki perempatan Gatsu Barat - Buluh Indah ke Utara)


Undangan dapat diambil di Perum. Primagraha No. 1, Jl. P. Galang, Pemogan, Denpasar. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Wayan (081337587000) atau Intan (081916199898)

Daftar Acara

PEMBUKAAN:
1. Zigeunerweisen (Pablo Sarasate, Pamplona 1844 - 1908) - Lianto Tjahjoputro
2. Moonlight Sonata (Beethoven, Germany, 1770 - 1827) - Lianto Tjahjoputro
3. Asturias (I.Albeniz, Spain, 1860 - 1909) - Wayan Astrajaya
4. La Catedral (A. Barrios Mangore, Paraguay, 1885-1944) - Widi Surya Restika
5. My Heart (Melly Goeslaw) - Lianto Tjahjoputro
6. Caprice 24 (N. Paganini, Italy, 1782 - 1840) - Intan Mayadewi Tjahjaputra
7. Granada (Agustín Lara, Mexico, 1897 - 1970) - Lianto Tjahjoputro & Intan Mayadewi Tjahjaputra(Soprano)

DISKUSI

8. Melancholia (M. Giuliani, Italy, 1780 - 1840)- Wayan Astrajaya
9. Sevilla (I.Albeniz, Spain, 1860 – 1909) - Kurniawan Sinambung Agung
10. Theme from God Father 2 (Nino Rota, Milan,1911 -1979) - Lianto Tjahjoputro
11. Kenangan 1980 (Lianto Tjahjoputro, Indonesia 14 jan 1963 ) - Lianto Tjahjoputro
12. Ave Maria (Schübert, Austria, 1797-1828) - Lianto Tjahjoputro & Intan Mayadewi Tjahjaputra
13. Gora (Stepan Rak ,Czech 1945) Lianto Tjahjoputro
14. Yohannes Passion “Herr unser Herscher” (J.S. Bach, Germany, 1685 – 1750) – LiantoTjahjoputro
15. Caprice 24 (N. Paganini, Italy, 1782 –1840) - Lianto Tjahjoputro & Robert Brown (Biola)

PENUTUP:
PGKRI - Pagelaran Konser Gitar Kolosal Rakyat Indonesia
(Lianto Tjahjoputro, Wayan Astrajaya, Intan Mayadewi Tjahjaputra, I Ketut Wijaya, Ayu Nikki Asvikarani, Kurniawan, Sinambung Agung, Widi Surya, Restika, A.A Bagus Wiradharma, Amalia Hasanah, Marcelinus Narendra , Bagaskara Prabowo)

16. Danza Saraswati - Kitaro
17. Pirates Carebean Davi Jones - Hanz Zimmer





KETERANGAN LAGU:
Konser dibuka dengan Zigeunerweisen, karya Pablo Sarasate yang aslinya dimainkan dengan biola dan orchestra. Zigeuner ialah nama suku bangsa di Jerman yang sifatnya nomadic dan senang bermain musik. Dilanjutkan dengan karya Beethoven (1770- 1821), seorang komponis yang berasal dari Jerman dimana dalam kehidupannya ia pernah jatuh cinta kepada Giulietta Giuiciardi, dan setetes cinta telah menjadi sebuah karya abadi yaitu “Sonata Terang bulan” (Moonlight Sonata). Selanjutnya tiga karya Spanish Guitar yang ditampilkan malam ini yaitu Asturias, Granada, dan Sevilla yang mana semuanya berasal dari nama - nama kota di Spanyol. Asturias dan Sevilla ialah karya abadi dari Isaac Albeniz (1860-1909), seorang komposer dari Spanyol yang lagu aslinya dimainkan di piano solo, tetapi kemudian dimainkan di gitar oleh Francisco Tarrega, Alhasil, lagu ini lebih terkenal di dunia gitar daripada piano. Granada ialah karya dari Lara, seorang komposer Spanyol, dan lagu ini menggema abadi di dunia. Caprice 24 adalah karya yang amat sulit dari Paganini (1782-1840), seorang tokoh dongeng di dunia biola yang berasal dari Itali, berperawakan kurus kering dan berambut panjang. Pada zaman itu, bila seseorang mampu memainkan biola dengan hebat dan lebih menonjol dari pemain biola lainnya, mereka dicurigai serta dituduh bersekutu dengan setan, sehingga banyak lukisan - lukisan tentang Paganini pada abad itu yang menggambarkan dirinya bersama setan - setan. Caprice 24 aslinya dimainkan di biola solo. Ave Maria dari Schübert (1797 -1828), seorang tokoh komposer dari Austria. Karya ini memang asli untuk dinyanyikan sebagai pujian kepada bunda Maria dalam bentuk yang melancholis. Karya religius yang benar - benar asli untuk komposisi gitar solo adalah La Catedral dari Barrios Mangore, merupakan lagu gitar yang tergolong sulit pula. Terdiri dari tiga bagian Preludio, Andante Religioso dan Allegro Solemne dalam tempo yang cepat. Soundtrack kisah cinta yang mengharukan dalam My Heart, karya Melly Goeslaw yang menjadi contoh lagu pop klasik pada malam ini bersama Theme from film God Father 2, karya abadi dari Nino Rota (1911-1979). Kenangan 1980 merupakan karya solo gitar pertama dari Lianto Tjahjoputro yang isinya merupakan jeritan kesedihan, dimana dibuka dengan denting lonceng yang disuarakan harmonic sebanyak 24 kali sebagai tanda karya ini dikarang pada jam 12 malam, dilanjutkan dengan jeritan sedih kemudian di tengah lagu ada bass yang menghibur, dan hening sejenak serta mendadak bangkit bersemangat yang mengagetkan. Karya diakhiri dengan senyum ke chord mayor sebagai tanda karena telah bangkit kembali. Yohannes Passion merupakan sebuah karya religi terbesar dari Bach yang bernada misterius. Disebut Yohanes Passion karena mengambil syair atau isi dari kitab Injil Yohanes dan karya ini akan dibuka dengan “Herr unser Herscher” yang berarti “Tuhan Penguasa kita”. Lagu aslinya dimainkan di orkestra dan koor dengan empat jalur suara, jadi mungkin dipandang tidak masuk akal bila karya ini bisa dimainkan pada gitar. Lianto Tjahjoputro mentranskripsi karya ini sedikit demi sedikit selama dua tahun, dan malam ini lagu tersebut akan perdana dimainkan olehnya.




LIANTO TJAHJOPUTRO, (14 Januari 1963), sejak usia 11 tahun bermain ukulele dengan keluarga. Tahun 1975 belajar gitar di Yasmi berguru pada Trie Wijayanto, Priadi, dan Yanto. Tahun 1977 Juara I Jatim, tahun 1978 Juara II Indonesia. Tahun 1979 belajar pada Jos Breddie sekaligus mengajar di YPMI. Tahun 1981 menjadi Chief Instructor Sekolah Musik Viktor Surabaya. Tahun 1983 menjadi dirigent Pagelaran Kolosal 104 gitaris dalam rangka HUT Surabaya, 31 Mei 1984. Pada tahun 1984 berguru pada Prof. Eliot Fisk, salah seorang murid dari Andres Segovia yang terkenal di dunia saat ini dan sekaligus sebagai Gasthõrer di Staatliche Hõchschule fur Musik Rheinland di kota Koln. Tahun 1988 memecahkan rekor Gitar Kolosal Indonesia, memimpin dan menjadi dirigen di PKGKS (Pagelaran Konser Gitar Kolosal Surabaya) yang melibatkan 200 gitaris dan 70 koor. Tahun 1989 mengajar di Sekolah Musik Surabaya. Tahun 1990 memutuskan untuk tinggal di Denpasar. Tahun 1991 muncul di Festival Gitar Nasional dan menjadi Juara I Indonesia. Di pergantian millennium tahun 2000 telah menggores kenang - kenangan hidupnya dalam bentuk CD (Compact Disk) dengan judul album “Virtuoso Guitar” dan “His Composition and Transcription”. Di tahun 2005 mendirikan organisasi Pagelaran Gitar Kolosal Rakyat Indonesia (PGKRI). Ia pernah menjadi pemain gitar klasik regular di hotel bintang lima Oberoi Hotel, Bali Cliff Hotel, Ramada Bintang Bali, dan Four Seasons. Ia juga sering menjadi entertainer berbagai event di Ritz Carlton, Grand Hyat, Hilton, dll. 28 Agustus 2006 menjadi pimpinan dan dirigent dari Pagelaran Gitar Kolosal Rakyat Indonesia (PGKRI) bersama murid - muridnya bermain ensemble gitar. 26 Agustus 2007 melakukan konser resital di kedutaan Belanda, Erasmus Huis, Jakarta, dengan membawakan lagu - lagu berat. Sejak itu, banyak album DVD yang dibuat olehnya. Agustus 2008 channel Lianto Tjahjoputro di www.youtube.com sudah terkenal di berbagai negara terutama Itali, Jerman dan USA, dan disaksikan 350.000 orang hingga Oktober 2010. Jika Anda search lagu - lagu seperti Caprice No.24, Caprice No.5, Chaconne, Hungarian Rhapsodie, Toccata Fuga Bach dll, video Lianto Tjahjoputro akan keluar di halaman pertama bersama gitaris - gitaris dunia terkenal lainnya. Di situs www.google.com, banyak pula website yang menampilkan link dari performance Lianto Tjahjoputro bersama gitaris - gitaris terkenal dunia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar