Sabtu, 20 November 2010

=Undangan/Invitation Critical Ornaments by Mujahidin Nurrahman

Waktu
21 November · 16:00 - 19:00
Tempat @ Platform3 - Bandung
Jl. Cigadung Raya Barat No. 2
Bandung, Indonesia
Dibuat oleh:
PLATFORM3 - Bandung
Info Selengkapnya Pembukaan/Opening: Minggu/Sunday, 21 November 2010, pukul 16.00 (dilanjutkan dengan/following by artist’s talk)

at Platform3

Jl. Cigadung Raya Barat no. 2

Bandung 40191

mail.platform3@gmail.com

http://infoplatform3.wordpress.com/

Telp/Fax : 022 – 8252.2652

Proyek Mujahidin Nurrahman, perupa lulusan Seni Grafis FSRD ITB tahun 2007, mengawali tahun kedua Platform3. Platform3 tiap tahunnya menampilkan sejumlah perupa yang menggarap proyek khusus berdasarkan hasil diskusi mengenai tema besar tertentu. Tema besar Platform3 di tahun keduanya adalah “agama”.

Platform3, each year presents a number of artists who worked on special projects based on a discussion of certain major themes. Mujahidin Nurrahman’s Project; Critical Ornament ( graduated from FSRD-ITB, 2007) , become Platform3′s major theme in this second year : the “religion”.

Peperangan yang tidak akan pernah aku menangkan adalah melawan persepsi.

The battle that I will never win is against perception.

Kebenaran mengenai suatu subjek selalu ambigu, karena akan selalu ada lebih dari satu persepsi yang mengidentifikasinya. Subjekku saat ini adalah bagaimana dunia melihat Islam dan muslim. Dari sekian banyak sudut pandang dunia terhadap Islam ada persepsi miring yang menggangguku, yaitu bahwa Islam identik dengan kekerasan, terorisme, dan ketertutupan. Dalam proyek ini aku mengetengahkan soal persepsi tersebut ke dalam bentuk rupa. Meminjam motif-motif arabesque untuk menggambarkan salah satu persepsi dunia tentang Islam. Proyek ini merepresentasikan potret Islam di mata dunia.

The truth about a subject is always ambiguous, because there will always be more than a perception that identifies it. My subject today is how the world view of Islam and Muslims. From many points of view against the Islamic world is skewed perception that bothers me, namely that Islam is synonymous with violence, terrorism, and closure. In this project I explores a matter of perception into visual form. Borrowing arabesque motifs to describe one of the world’s perception about Islam. This project represents a portrait of Islam in the eyes of the world.

(Mujahidin Nurrahman)


Mujahidin menjelajahi soal persepsi. Ia meminjam motif-motif arabesque, sebagai satu citraan yang dilekatkan pada Islam untuk mengembangkan visualisasi yang baginya mewakili problematika persepsi mengenai Islam dan Muslim. Bagi Mujahidin, yang mengganggu adalah persepsi bahwa Islam identik dengan kekerasan, terorisme, dan ketertutupan. Motif arabesque Mujahidin berangkat dari persepsi ini.

Sebuah motif bisa jadi berasal dari sesuatu yang nyata ada di dunia, namun ia ditampilkan setelah melalui proses penyederhanaan dan penggayaan. Proses ini kiranya menjadi kiasan dari problem-problem: bahwa persepsi tidak pernah utuh mewakili, setelah terbentuk sekian lama menjadi amat sulit untuk menentangnya, dan mengandung paradoks.

Gambar-gambar ornamentik Mujahidin menampilkan sikap mengamini—penerimaan terhadap ihwal betapa sulit melawan persepsi—sekaligus menunjukan lapisan-lapisan tafsir atas persepsi yang tidak sesederhana penampakannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar