Kamis, 21 Oktober 2010

= KUTUBUKU COMMUNITY

*Lian Gouw, penulis buku ini secara khusus datang dari Amerika Serikat dan menyempatkan diri untuk bertemu langsung dengan para pembaca bukunya di Surabaya

Jadwal Kegiatan:

# Jumat, 22 Oktober 2010
... Talkshow Radio Sonora
Pkl. 14.00 s/d selesai

# Jumat, 22 Oktober 2010
Takshow Radio Suara Mitra
Pkl. 16.00 s/d selesai

# Sabtu, 23 Oktober 2010
C20 Library (Jl. Dr. Cipto no. 20)
Pkl 17.30 s/d selesai

# Minggu, 24 Oktober 2010
TB. Gramedia Expo (Jl. Basuki Rahmat)
Pkl. 13.00 s/d selesai

# Selasa, 26 Oktober 2010
Universitas Kristen Petra
Pkl. 09.30 - 11.30 (with Invitation)

Sekilas mengenai Lian Gouw:
Lian Gouw lahir di Jakarta dan dibesarkan di Bandung pada masa kolonialisme Belanda, kemudian beremigrasi ke Amerika dan tinggal di sana sampai sekarang. Puisi dan cerpen Lian Gouw telah dimuat di beberapa majalah sastra. Her Predicament, versi awal bab pertama novelnya, Only a Girl, dimuat dalam antologi SF Writers Conference 2006, Building Bridges from Writers to Readers.

Dalam tulisannya, Lian banyak menggali tema-tema relasi antarmanusia, hubungan dengan binatang, dan fantasi bernuansa fabel. Secara khusus, dia tertarik mengeksplorasi kehidupan dan pergumulan kaum perempuan

=========================================

Only a Girl: Menantang Phoenix menuturkan dengan sangat menyentuh kisah tiga generasi perempuan China yang bergumul demi identitas mereka di tengah ketidakpastian Revolusi Indonesia, Perang Dunia II, dan dunia yang sedang dilanda depresi.

Nanna, seorang ibu yang berperan sebagai kepala keluarga, berupaya keras untuk mempertahankan dan menanamkan nilai-nilai tradisional China sementara anak-anaknya sangat ingin berbaur dengan masyarakat kolonial Belanda yang mereka anggap lebih modern. Carolien, putri bungsu Nanna, terbuai dengan keuntungan yang dia peroleh dengan mengadopsi gaya hidup barat. Sayangnya, jalan yang dia tempuh terbukti salah setelah perkawinannya memasuki masa-masa sulit dan akhirnya kandas, dan merasakan berbagai akibat membesarkan putrinya, Jenny, dalam budaya Belanda.

Pengasuhan gaya barat yang diterima Jenny ternyata sangat tidak menguntungkan setelah Indonesia merdeka karena budaya Belanda tidak lagi dipandang. Cara-cara unik Nanna, Carolien, dan Jenny menghadapi berbagai tantangan me-reka masing-masing memperlihatkan kisah ru mit masya rakat China di Indonesia, khususnya antara tahun 1930-1952.

Novel yang terinspirasi oleh peristiwa historis ini akan memberikan banyak pemahaman sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang ingin dipertahankan oleh masyarakat China dan bagaimana konflik antargenerasi harus dihadapi dan diselesaikan.
----------------
Info lebih jauh, silahkan hubungi panitia atau klik di
http://www.facebook.com/event.php?eid=104305946303071&ref=nf

Salam Literasi dari KUTUBUKU COMMUNITY

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar