Selasa, 15 November 2011

= Mata Rantai

Mata Rantai
Matai rantai itu sedang merindukan saudara-saudaranya yang lain yang mempunyai beban yang sama untuk peduli kepada Sang Ibu.

Sang Ibu, Merah Putihku,
Ibu bapak biologisku memang yang telah mengukir merah darah putih tulangku dengan seijinNya, putih yang suci dan merah yang keibu-ibuan mengemban amanat hidup yang luhur dan adiluhung.

Amanat kepedulian terhadap sesama manusia, kepedulian kepada sesama makhluk, kepedulian kepada alam semesta serta berbakti kepada Yang Maha Memberi Tugas.

Bumi tempat daku berpijak, tempat aku menggali air-air kehidupan serta makanan-makanan yang menguatkan tulang ragaku. Aku adalah orang yang berusaha, aku adalah orang yang mempunyai rasa, rasa kebaikan, rasa kasih sayang dan rasa yang luas seluas galaxy alam semesta.

Kebaikan-kebaikan yang baik yang harus bermakna itu telah mengirimkan sinyal-sinyal kehidupan bak telepati yang sudah tidak bisa lagi dihambat lajunya, meloncat jauh diluar duga, mengusik menyentuh hati-hati yang telah dibasuh dengan kebaikan-kebaikan yang tulus.

Wahai para sahabat pecinta kepedulian, selamat datang di bumi Mataram yang selalu mengayomi, selamat datang para kekasih cahaya, selamat berkiprah untuk kebaikan kita semua.

Salam damai.

MAM.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar