Selasa, 15 November 2011

= Propaganda

Propaganda.
Apa arti propaganda?

Definisi propaganda, propaganda adalah suatu perbuatan yang melecehkan sesama manusia dengan maksud untuk mengarahkan sekelompok manusia pada suatu situasi dan lingkungan kebodohan dengan tujuan akhir menghantarkan sekelompok manusia tersebut ke Neraka Jahanam.
( maaf ini definisi propaganda menurut MAM ).

"Wah si MAM ngawor dan tidak mutu banget, mosok propaganda artinya seperti itu." teriak para pelaku propaganda.
Sabar bos, kita bahas dulu definisi Propaganda menurut Om Wikipedia

Kalau definisi Propaganda menurut Wikipedia adalah sebagai berikut
Propaganda (dari bahasa Latin modern: propagare yang berarti mengembangkan atau memekarkan) adalah rangkaian pesan yang bertujuan untuk memengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat atau sekelompok orang. Propaganda tidak menyampaikan informasi secara obyektif, tetapi memberikan informasi yang dirancang untuk memengaruhi pihak yang mendengar atau melihatnya.
http://id.wikipedia.org/wiki/Propaganda

Nah, sekarang pertanyaannya adalah, kita mau membahas dari sudut mana dulu ?, mau membahas makhluk propaganda itu sendiri atau para pelaku propaganda ?

Ketika kita telah membaca definisi Propaganda menurut Wikipedia maka kita telah tahu karakteristik jiwa para pelaku propaganda tersebut, mungkin bahasa kasar yang tepat untuk pelaku propaganda itu adalah "menjual diri", "Lho, kog bisa." ujar si Thole yang tiba-tiba nongol dari kolam ikan leleku.
"Oke Le, kita bahas pelan-pelan pelaku propaganda tersebut" ujarku kepada si Thole.

Dari definisi propagan tersebut maka kita mendapatkan kata kunci ini " propaganda tidak menyampaikan informasi secara objektif ".
Kita jalan-jalan sebentar, sekarang kita bahas dulu apa definisi objektif, jadi definisi objektif
yaitu mengenai keadaan yg sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi.

Nah, berfikir sedikit, pertanyaannya adalah, apa yang menjadi target pelaku propaganda tesebut? apakah pelaku propaganda tersebut ingin mendapatkan PAHALA dari Yang Maha Kuasa ?, tentu saja tidak karena pelaku propaganda jelas-jelas telah melakukan tindakan kebohongan publik, membohongi nuraninya sendiri serta membohongi masyarakatnya, jadi alasan para pelaku propaganda dalam menjalankan tugasnya sama sekali tidak ada kaitannya dengan hal-hal yang berkaitan dengan pahala, kebaikan dan kepedulian kepada sesama manusia!. Lho, lalu apa dong motif dari para pelaku propaganda tersebut ?, jawabannya sederhana dan simpel, yaitu UANG, materi. Logikanya sederhana saja, seseorang pelaku propaganda yang berjam-jam bahkan berhari-hari menjalankan tugasnya tersebut tidak mungkin bisa eksis/hidup tanpa makan, tentu saja dia butuh uang untuk makan supaya dia bisa menjalankan tugasnya. Pertanyaannya adalah, uang pelaku propaganda itu dari siapa ?, nah itu tidak usah kita bahas hehehehehehe.

Saya cukupkan sekian dulu, nanti akan saya lanjut....mau ngasih tugas kepada para karyawan dulu.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar