Selasa, 15 November 2011

= Menyadap.

Mungkin hanya KPK dan Lembaga - Lembaga Tertentu yang didukung oleh Negara untuk melakukan penyadapan.
Tapi kawan, aku mohon maaf karena aku akan melakukan penyadapan kepada anda semua.

Makhluk manusia terdiri dari unsur jasmani dan rohani.
Selalu ada rahasia hidup yang berkaitan dengan masalah rohani yang belum terungkap misterinya.
Seseorang mengatakan bahwa Yang Maha Kuasa pernah berkata bahwa Dia tidak akan membantu seseorang umatnya jika dia tidak membantu sesama.
Sebenarnya ada apa dibalik makna dari kata-kata suci tersebut diatas ?

Menyadap menurut kamus berarti mengambil air (getah) dr pohon dng menoreh kulit atau memangkas mayang atau akar: petani itu - enau untuk mendapatkan niranya.
Mohon perhatian, yang akan saya sadap disini bukan air getah dari pohon tertentu tetapi cahaya-cahaya yang berserakan di forum ini, hati-hatilah, "penyadapan cahaya" akan terus berjalan sepanjang masa untuk kebaikan umat manusia.

Membantu
Pembantu.
Kalau saya ditanya oleh para sahabat, "Mas MAM apa yang menjadi cita-cita anda dalam hidup ini?"
Maka saya akan menjawab dengan yakin dan tuntas " Saya hanya akan menjadi pembantu, membantu sesama manusia dengan tulus dan ikhlas!"
Para sahabat tentu penasaran dan bertanya lagi " Lho, pembantu itu kan pekerjaan yang tidak mulia dan gajinya tidak besar dan malah mungkin gratisan?"
Maka si MAM akan menjawab, "Pertanyaan itu bisa dijawab bisa juga tidak akan dijawab tergantung ketulusan sahabat yang bertanya."
Kenapa jawaban saya seperti itu ?, karena seperti yang saya kemukakan dikesempatan sebelumnya bahwa manusia itu terdiri dari dua unsur, yaitu unsur jasmani dan rohani, tentu saya mempunyai hak juga untuk mengukur sejauh mana pengaruh jawaban saya terhdap jiwa orang yang bertanya kepada saya, tetapi ada pedoman yang sederhana yang bisa kita jadikan parameter dalam hidup ini yaitu hukum timbal balik atau hukum alam yang berlaku secara universal yaitu jika kita berbuat ramah kepada orang lain maka orang lainpun berbuat ramah kepada kita,karena sesungguhnya perbuatan ramah itu tidak hanya menghormati lawan bicara kita tetapi sesungguhnya juga menghormati Yang Maha Pencipta.

ttd
MAMA.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar