Rabu, 31 Maret 2010

= Bedah buku Kepulauan Nusantara karya Alfred Russel Wallace

Bedah buku Kepulauan Nusantara karya Alfred Russel Wallace

Tanggal:
16 April 2010
Waktu:
13:45 - 16:00
Tempat:
Ruang Rapat Besar, Kantor Berita Antara, Jl. Medan Merdeka No.17 Jakarta Pusat.


Komunitas Bambu bekerjasama dengan Pusat Data dan Informasi ANTARA mengundang Anda untuk hadir dalam acara Bedah Buku Kepulauan Nusantara karya Alfred Russel Wallace.

Pembicara: Prof. Sangkot Marzuki (Ketua Yayasan Wallacea)
Prof. Edi Sedyawati (Guru Besar FIB UI)
Moderator: Uswatul Chabibah (Editor Kepulauan Nusantara)

Tanggal: Jum'at, 16 April 2010
Waktu : 13.45 - 16.00
Tempat: Ruang Kuliah Besar Lt. 19 Wisma Antara, Jl. Medan Merdeka No. 17 Jakarta Pusat

***
Hingga awal abad ke-20, nama Alfred Russel Wallace masih berdampingan sejajar dengan Charles Darwin sebagai penemu Teori Evolusi. Namun kemudian orang hanya mengingat Darwin dan menafikan hipotesis Wallace. Padahal adalah Wallace yang menguatkan hipotesis Darwin dengan sejumlah temuan dari Ternate pada 1858. Catatan perjalanannya dituangkan dalam buku yang diterbitkan pertama kali tahun 1869, The Malay Archipelago. Tepat 140 tahun kemudian Komunitas Bambu menerjemahkan dan menerbitkan Kepulauan Nusantara.
Di buku ini akan ditemukan nama-nama flora dan fauna Nusantara dalam nama ilmiahnya, lengkap dengan kedudukan spesies tersebut dalam taksonomi. Persebarannya pun dijabarkan secara terperinci, lengkap dengan perkiraan perubahan lempeng bumi dan masa geologisnya. Wallace juga menggambarkan fenomena mimikri pada beberapa spesies serangga dan burung.
Manusia pun tak luput dari mata jeli Wallace. Ia mengamati suku-suku di Kepulauan Nusantara ini, khususnya dua suku besar: Melayu dan Papua. Digambarkan karakter fisik dan mental manusianya. Ketika Wallace menginjak bumi Nusantara ia menemui aneka bangsa hidup di dalamnya dengan kerajaan ataupun sistem sosial politik yang bisa disebut “kecenderungan bernegara”. Sistem itulah yang saat Wallace datang tengah dihadapi oleh pemerintahan kolonial Belanda dalam usahanya meluaskan negara yang bernama Hindia-Belanda. Ya, Belanda coba meluaskan kuasanya di sini. Dalam konteks itu, Wallace tak pernah sungkan untuk menilai kebijakan-kebijakan pemerintah Hindia-Belanda, seperti despotisme, tanam paksa, perbudakan, seraya membandingkannya dengan negaranya sendiri, Inggris, sebagai sebuah otokritik.
Wallace bisa dikatakan penemu sejati Teori Evolusi yang menggemparkan nilai-nilai penciptaan makhluk hidup itu, tanpa keraguan ataupun polemic plagiarisme sebagaimana Darwin. Peran besar Wallace dalam bio-geografi di Nusantara membuat namanya dicomot untuk sebutan Garis Wallacea. Buku ini mengantarkan pembaca memahami bagaimana teori itu muncul, melalui perjalanan panjangnya, dia menyusuri dan membuat laporan historis-antropologis penduduk dan alam nusantara diakhir abad ke-19.
***

Dapatkan disc 20% untuk pembelian buku Kepulauan Nusantara dan buku-buku terbitan kobam lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar