Rabu, 17 Maret 2010

= Body of Works: Soekarno M Noer

Jenis:
Waktu Mulai:
02 Maret 2010 jam 19:30
Waktu Selesai:
30 Maret 2010 jam 21:30


Pada acara Sejarah Adalah Sekarang ke-4 (Bulan Film Nasional 2010, 1-31 Maret 2010, di Kineforum, Studio TIM 1), Rumah Film terlibat dalam membuat program Body of Works: Soekarno M Noer. Film-film yang diputar adalah Pagar Kawat Berduri (Asrul Sani, 1962), Dibalik Tjahaya Gemerlapan (Misbah Yusa Biran, 1966), Senyum Pagi Bulan Desember (Wim Umboh, 1974), Raja Jin Penunggu Pintu Kereta Api (Wahab Abdi, 1974), Suci Sang Primadona (Arifin C. Noer, 1977), Titian Serambut Dibelah Tujuh (Chairul Umam, 1982), Opera Jakarta (Sjuman Djaya,1985).


Pengantar
Body of Works: Soekarno M. Noor

Ia adalah salah satu aktor watak Indonesia yang kehadirannya di layar sangat kuat selama tiga dekade. Screen persona Soekarno M. Noor bukan karena ia ganteng, tapi sepenuhnya karena selalu total menghadirkan diri dalam setiap filmnya. Kehadirannya yang melintas batas-batas genre dan bahkan kekelompokan politik para seniman semasanya, membuat ia jadi semacam penanda penting sejarah film Indonesia.

Soekarno M. Noor bermain dalam film-film karya seniman Lesbumi (Usmar Ismail, Asrul Sani, Misbach Jusa Biran, D. Djajakusuma) yang bertaut dengan Nahdhatul Ulama. Tapi, ia juga serta dalam film-film karya seniman Lekra (Lembaga Kebudajaan Rakyat) yang bertaut dengan PKI, seperti Bachtiar Siagian dan Basuki Efendi. Ia tetap bermain semasa Orde Baru, baik film-film nyeni maupun yang ngepop. Pada semua, ia tak pernah kehilangan penjiwaan.

Pilihan-pilihan perannya sering berisiko tinggi. Simak saja peran-perannya dalam enam film yang akan diputar di Kineforum bulan ini. Ia menjadi Harun, juragan gay yang sedikit sinting dan menakutkan, dalam Titian Serambut Dibelah Tujuh (1982). Ia adalah seorang promotor musik yang diduga tukang tipu, dalam Di Balik Tjahaja Gemerlapan (1966). Ia adalah napi buronan, salah satu dari tiga, yang lunak hati menyayangi seorang gadis cilik, dalam Senyum di Pagi Bulan Desember (1974). Atau, jadi bekas pemain lenong yang jadi penjaga rel kereta dan secara mengenaskan dieksploitasi pemilik warung, dalam Raja Jin Penjaga Pintu Kereta (1974). Fasih pula ia jadi seorang pejuang yang berdebat filsafat dalam Pagar Kawat Berduri (1962). Dan, menjelang wafatnya, ia sempat diunggulkan sebagai pemeran pembantu terbaik dalam film terakhir Sjuman Djaya, Opera Jakarta (1986).

Dalam peran-perannya yang begitu beraneka, Soekarno M. Noor tak pernah gagal menampilkan wajah Indonesia di layar perak kita. (Rumahfilm.org)

====
Biografi
Soekarno M. Noor adalah aktor terbaik Festival Film Indonesia (FFI) dalam film Anakku Sajang (1960), Dibalik Tjahaja Gemerlapan (1967), dan Kemelut Hidup (1979). Ia juga terpilih sebagai Aktor Terbaik PWI Jaya, lewat Jembatan Merah (1973) dan Raja Jin Penjaga Pintu Kereta (1974). Di bidang teater, ia dianugerahi Hadiah Seni dari Pemerintahan untuk pengabdiannya, juga Hadiah Surjosoemanto dari PB2N tahun 1985.

Lahir di Jakarta, 13 September 1931, ia bermain sebagai pemeran utama di lebih dari 68 film. Ia juga aktif di Parfi sebagai Ketua I (1972-1974) dan Ketua umum dua periode (1974-1978), dan mengadakan pelatihan seni peran dan analisa skenario, agar aktor tak sekadar mengandalkan bakat alam. Dari pernikahannya dengan Lily Istiarti, ia memperoleh enam orang anak, termasuk Tino Karno, Rano Karno, dan Suti Karno.

Ia mulai berseni peran pada 1953, lewat pementasan Runtuhan. Tahun itu pula ia pertama kali bermain sebagai figuran dalam Meratjut Sukma. Peran utama baru dia mainkan pada Gambang Semarang (1955).

Pada 1970, “seniman Pasar Senen” itu mendirikan PT Kartika Binaprama yang melahirkan Honey Money and Djakarta Fair. Tapi, ia tetap lebih dikenal sebagai aktor watak kelas satu. Soekarno M. Noor wafat pada 26 Juli 1986. Film terakhirnya adalah Opera Jakarta.

Jadwal :
Selasa 2/3 Opera Jakarta, TIM 1, 19.30
Kamis 3/3 Titian Serambut Dibelah Tujuh, TIM 1, 14.15
Jumat 4/3 Suci Sang Primadona, TIM 1, 17.30
Senin 8/3 Pagar Kawat Berduri, TIM 1, 17.30
Rabu 10/ Dibalik Tjahaya Gemerlapan, TIM 1, 19.30
Sabtu 13/3 Senyum Pagi Bulan Desember , TIM 1, 14.15
Senin 15/3 Opera Jakarta , TIM 1, 19.30
Jumat 19/3 Pagar Kawat Berduri, TIM 1, 14.15
Minggu 21/3 Raja Jin Penunggu Pintu Kereta Api, TIM 1, 19.30
Senin 22/3 Suci Sang Primadona, TIM 1, 14.15
Selasa 23/3 Titian Serambut Dibelah Tujuh, TIM 1, 17.30
Kamis 25/3 Senyum Pagi Bulan Desember , TIM 1, 14.15
Minggu 28/3 Dibalik Tjahaya Gemerlapan, TIM 1, 19.30
Selasa 30/3 Raja Jin Penunggu Pintu Kereta Api, TIM 1, 19.30

Gratis
Trims,
www.rumahfilm.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar