Rabu, 10 Maret 2010

= The Outcome is Unforeseen

Type:
Start Time:
Wednesday, March 10, 2010 at 7:30pm
End Time:
Monday, March 15, 2010 at 11:00pm
Location:
ViaVia Cafe
Street:
Jl. Prawirotaman 30
City/Town:
Jogjakarta, Indonesia



Art Music Today mempersembahkan hasil dari sebuah kolaborasi antara lima komposer kontemporer Indonesia dengan seorang artis seni rupa

The Outcome is Unforeseen
Tempat: ViaVia Café
Jalan Prawirotaman 30
Rabu, 10 Maret 2010
19.30

Komposer:
1. I Wayan Gde Yudana
2. Diecky Indra Praga
3. Patrick Hartano
4. Y. Subomo
5. Christauto Atmaja

Printmaker: Pippin Frisbie-Calder (USA)

Penampilan oleh:
Gatot D. Sulistiyanto
Yoyo Jewe dan Clara Cazallas (Spanyol) dan Pippin Frisbie-Calder (USA)
Andri Topo dan Aning Purwaranti
Improvisasi Ensamble

Komposisi judul di sebelah kiri adalah hasil karya komposer sebelah kanan adalah judul karya yang mewakili
1. “Croaking” “Garis Padi”
2. “La Significan Cent” “Mengembara Pertumbuhan”
3. “Underneath the Sea” “hantu laut”
4. “Saat” “kota grafis spectrum”
5. “relic (Iron)” “bangun malam”


Pippin Frisbie-Calder adalah seorang seniman wanita Amerika Serikat yang sejak 2009 berada di Jogjakarta mengikuti pertukaran mahasiswa yang diselenggarakan oleh Darmasiswa. Pippin, seorang lulusan Design Grafisdi Rhode Island, aktif berpartisipasi dalam beberapa acara budaya Jogjakarta seperti Jogja Wall Nation (2009), Mural Painting UNY Clothing Festival (2010) dan Jogja Jamming Biennale Jogja X (2010).

Menjelang kepulangannya ke Amerika Serikat, Pippin berkolaborasi dengan beberapa komposer kontemporer Indonesia, mengadakan pameran berjudul „The Outcome is Unforeseen“ yang terinspirasi oleh John Cage dan kutipan “An experimental action is the outcome of which is unforeseen”.

Dalam pameran kali ini, Pippin terilhami oleh musik-musik karya I Wayan Gde Yudana, Diecky Indra Praga, Patrick Hartano, Y. Subomo, dan Christauto Atmaja. Di sini, Pippin merubah alunan musik dari kelima komposer kontemporer tersebut menjadi karya-karya seni rupa. Dalam karya-karyanya, Pippin sangat terpengaruh oleh mood musik yang menginspirasinya. Seperti dalam kombinasi ritme “Saat” yang cepat dan diam yang mengikuti irama musik menciptakan fusi hitam dalam lukisannya.

Dalam karyanya, Pippin menggambarkan manusia sebagai komposer. Manusia dipresentasikan sebagai patung di antara pemandangan alam. Imajinasi yang tak terbatas juga terpancar menjadi “makhluk lain”, seperti dalam “Croaking” dan “La Significan”

Proses penciptaan karya ini menjadi sebuah cerita dengan berbagai arti. "The Outcome is Unforeseen" bertujuan untuk memberikan pengalaman dalam aksi, judul, dan pertanyaan atas imaji dan musik. Setiap bagian dikembangkan untuk dapat berdiri sendiri sebagai hasil kreasi Pippin, yang kemudian dapat juga menyatu dengan musik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar