Kamis, 17 Juni 2010

= BEYOND STILL LIFE Solo Exhibition Dewa Ngakan Made Ardana


BEYOND STILL LIFE Solo Exhibition Dewa Ngakan Made Ardana



Start Time:
Saturday, June 19, 2010 at 5:00pm
End Time:
Saturday, July 3, 2010 at 10:00pm
Location:
Semarang Gallery, Jakarta Art District, Grand Indonesia Shopping Town, LG, East Mall. Jl. MH Thamrin No. 1 Jakarta Pusat Indonesia


Karya-karya terbaru perupa Dewa Ngakan Ardana menunjukan hasil penjelajahan dan pengamatan lanjut terhadap estetika lukisan fotorealisme dengan lebih kompleks. Bukan karena hanya memindahkan imaji – imaji foto benda atau objek yang berasal dari dalam keraton di Jogjakarta secara fotografis, tapi merupakan hasil pengamatan kulturalnya melalui benda-benda yang ia temukan. Penggambaran kembali imaji objek dari benda-benda itu ke atas kanvas merupakan caranya untuk menafsirkan kembali secara kritis tradisi melukis alam – benda (still life) dalam seni lukis. Objek – objek tersebut bagi Ardana secara khusus mempunyai ketertarikan tersendiri selain sisi fisik atau permukaan; ornamen, warna, material, fungsi dan bentuk. Tapi juga menguak aspek kehidupan sosial dan budaya. Alih – alih karya-karyanya dihasilkan dari menelusuri benda-benda peninggalan kolonial pada abad 19 tersebut mulai dari jalan raya, kereta, mobil, kulkas, dan banyak lagi alat - alat identifikasi diri orang Eropa di tanah jajahan khususnya di Indonesia.



Karya – karya lukisan benda-benda tersebut, sekaligus baginya mempunyai makna bagi sejarah masyarakat Indonesia. Disinilah suatu tahap dimana Ardana tak lagi cukup mengelupas lapisan-lapisan aspek permukaan visual , seperti pada seri bawang maupun potret. Pun menghindari pengamatan cara tradisional maupun modern dalam menggambarkan objek, yang hanya melihat aspek-aspek formal dan susunan benda tersebut. Ia mencoba dengan memasuki tahap dimana mengangkat objek tertentu dengan sudut pandang yang bisa dikatakan induktif. Dalam hal ini metoda yang difokuskan pada benda – benda peninggalan kolonial tersebut. Benda atau objek itu digambarkan kembali tanpa dikomposisikan dengan benda lain, ditampilkan tunggal dengan latar yang kosong. Sehingga objek itu memancarkan keutuhan visual fotografis yang tak disentuh oleh kegenitan artistik dan memancarkan ambiguitas. Kekuatannya justru muncul dengan permainan ruang bidang kanvas yang kontras dan beberapa tampak dengan potongan – potongan kanvas, seperti bentuk jajaran genjang, bulat dan sebagainya.



Rifky Effendy

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar