Sabtu, 03 April 2010

= "BOMA"

"BOMA"




Date:
Thursday, April 8, 2010
Time:
7:30pm - 10:00pm
Location:
Gedung Kesenian Jakarta
Street:
Jl. Gedung Kesenian 1, Pasar Baru
City/Town:
Jakarta, Indonesia


Yayasan Kusuma Budaya mempersembahkan,
"BOMA" - Sebuah Sandiwara Wayang

Diproduksi oleh GELAR.
Tim Penyutradaraan : Blacius Subono (komposer) • Wasi Bantolo (koreografer) • Nanang Hape (penulis naskah) • Bram Kushardjanto (ide cerita)

Tim Artistik : Hery Suwanto - Nanang Ruswandi (co-koreografer) • Elly D. Luthan (penasehat koreografi) • Supriyadi (penata cahaya & pentas) • Kumoratih Kushardjanto (penata visual) • Hartoyo (penata busana) • Sukirman (penata rias)

Penampil : Aris Murtono - Agus Prasetyo - Maria Darmaningsih - Ali Marsudi - Nanang Ruswandi - Teguh Kenthus Ampiranto - Senthun B. Nugroho - Hery Suwanto - Agung Kusumo - Prasetyo Sampurno - Darmatyanto Saptodewo - Dhita Anindya - Hoetomo DW - Bram Kushardjanto - Himawan BS - Soewardjoko - Wishnu Prahutomo - Budiman - Irwan Riyadi - Sentot Erwin - Bangun MS - Widodo H - Bambang SPR - M. Wahyudi (penari & aktor) • Ekotjipto - Dito Sampurno - Bimo Sinung (dalang)

Harga undangan : VIP Rp. 500.000,- / Reguler Rp. 200.000,- / Balkon Rp. 100.000,-
Reservasi/informasi lebih lanjut hubungi Eko 021-97959286 / 7226575.
___________________

BOMA adalah pergelaran ke-6 dari Kusuma Budaya. Sejak pertama kali menggelar Wayang Wong dengan lakon “Sudamala” (bekerjasama dengan Sekar Budaya Nusantara) yang dipentaskan dua kali yaitu di Gedung Kesenian Jakarta dan Sasana Handrawina Keraton Surakarta dalam rangka penggalangan dana untuk penyelamatan asset kerajaan Mataram yang terkena gempa pada tahun 2006, Kusuma Budaya secara rutin menggelar pertunjukan di setiap tahunnya. Menyusul setelah itu pergelaran drama tari “Damarwulan Menakjingga” yang dirancang untuk malam dana Yayasan Thalassaemia pada tahun 2007, pergelaran Wayang Wong “Sinduretna” pada tahun 2008 dan terakhir “Opera Panji” yang dipentaskan pada bulan Juli tahun 2009 yang lalu. Seluruh pergelaran Kusuma Budaya merupakan karya seni pertunjukan berbasiskan tradisi Jawa yang berkualitas tinggi dan inovatif, namun tetap menghibur serta dapat dipahami masyarakat banyak.

Dalam BOMA, Kusuma Budaya akan tampil dengan wajah baru melalui sebuah medium Teater Wayang yang dalam garapannya memadukan unsur Wayang Kulit, Wayang Wong, Langendriyan dan Beksan Wireng. Sepanjang 90 menit, penonton akan disuguhi komposisi gerak yang dinamis dan maskulin – karena karya ini akan menghadirkan para pemain yang mayoritas adalah pria dan hanya menampilkan dua orang tokoh perempuan. Selain itu juga diolah susunan naskah dengan dialog-dialog yang cerdas melalui sudut pandang yang tajam. Karya ini juga akan menampilkan komposisi karawitan yang inovatif dan gerak Wayang Kulit yang akan ditampilkan oleh dua orang dalang muda asal Jakarta dengan kemampuan sabet (gerak dan komposisi Wayang Kulit) yang prima.

Sebagai pertunjukan pembuka akan dihadirkan tujuh orang penari putri keluarga Yayasan Kusuma Budaya. Mereka akan membawakan sebuah karya Bedhaya yang diciptakan secara khusus oleh koreografer Wasi Bantolo dan penata musik Blacius Subono. Penampilan Bedhaya yang diberi judul “Bedhaya Kusuma Budaya” ini merupakan penampilan perdana, dimana penampilannya turut menandai berdirinya secara resmiYayasan Kusuma Budaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar