Minggu, 29 Agustus 2010

= Seri Kuliah Ramadhan: Islam dalam Pandangan Voltaire, Goethe, dan Soekarno



Seri Kuliah Ramadhan: Islam dalam Pandangan Voltaire, Goethe, dan Soekarno

Time
August 21 at 7:00pm - September 4 at 7:00pm

LocationTeater Salihara
Jl. Salihara no.16 Pasar Minggu, Pejaten Barat (dekat UNAS)
Jakarta, Indonesia

Created By

More Info
Seri Kuliah Ramadhan
Islam dalam Pandangan Voltaire, Goethe, dan Soekarno
Sabtu, 21 Agustus 2010, 19:00 WIB
Teater Salihara
Terbuka untuk umum | Pendaftaran selambatnya 20 Agustus 2010, melalui dita@salihara.org

VOLTAIRE DAN ISLAM
Pembicara: Ida Sundari Husen
Sabtu, 28 Agustus 2010, 19:00 WIB

GOETHE DAN ISLAM
Pembicara: Dewi Candraningrum
Sabtu, 4 September 2010, 19:00 WIB

SOEKARNO DAN ISLAM
Pembicara: Goenawan Mohamad
Sabtu, 4 September 2010, 19:00 WIB

Seri kuliah ini akan mengulas pandangan-pandangan sastrawan-filsuf Voltaire dan Goethe serta negarawan Soekarno terhadap Islam. Voltaire (1694–1778), sastrawan dan filsuf Prancis itu, dikenal memiliki pandangan kritis terhadap agama-agama yang melahirkan fanatisme dan manipulasi atas nama agama. Salah satu karya Voltaire adalah lakon berjudul Mahomet, yang sebenarnya bukan mengisahkan sejarah Nabi Muhammad, melainkan sebuah pemahaman dia terhadap representasi fanatisme.

Sedangkan Goethe (1749–1832), sastrawan dan pemikir terkemuka asal Jerman itu, menghasilkan karya-karya yang sangat apresiatif terhadap Islam dan terpengaruh karya-karya sastrawan Persia bernama Syamsuddin Muhammad Hafidz al-Syirazi (1315–1390), yang di Barat biasa disebut Hafez. Goethe juga menulis karya sastra dalam bentuk diwân, yang ia jadikan judul salah satu bukunya. Ia pun memperkenalkan istilah “sastra dunia” yang memperlihatkan keterbukaannya kepada karya-karya sastra di luar Eropa, khususnya dari Timur (Islam dan Persia).

Sementara Soekarno (1901–1970), salah seorang pendiri dan proklamator kemerdekaan Indonesia, memiliki pandangan-pandangan khas tentang Islam. Ia mencoba mencari “api Islam” dan membedakannya dari “Islam Sontoloyo”, menggali ajaran-ajaran keislaman yang pro-kemajuan dan memperkuat kebangsaan. Yang lebih penting lagi, Soekarno mencoba mengurai hubungan antara Islam dan Negara; ia membaca pengalaman sekularisme Turki di bawah Mustafa Kemal Attaturk, dan munculnya Wahabi di Kerajaan Saudi Arabia. Ia memiliki pandangan yang tegas terhadap kebebasan beragama, dari isu Ahmadiyah hingga larangan pemaksaan atas nama agama.

Sebelum kuliah, akan disediakan hidangan buka puasa.

==========================================

Ramadhan Public Lecture Series
Islam in the Eyes of Voltaire, Goethe, and Soekarno
Open to the public Register by August 20, 2010 by contacting dita@salihara.org
Teater Salihara


VOLTAIRE AND ISLAM
Saturday, 21, 2010, 07:00 PM
Speaker: Ida Sundari Husen

GOETHE AND ISLAM
Saturday, August 28, 2010, 07:00 PM
Speaker: Dewi Candraningrum

SOEKARNO AND ISLAM
Saturday, September 4, 2010, 07:00 PM
Speaker: Goenawan Mohamad

This series of public lectures will look at the perspective towards Islam of writer-philosophers Voltaire and Goethe as well as those of the statesman, Soekarno. Voltaire (1694-1778), the French writer and philosopher, was known for his critical views towards religions which give rise to fanaticism and manipulation in the name of religion. One of Voltaire’s works is the play Mahomet, which doesn’t actually tell the history of the Prophet Muhammad, but rather relates his understanding of how fanaticism is represented.

Meanwhile Goethe (1749-1832), the leading writer and thinker from Germany, produced works that show great appreciation for Islam and were influenced by the works of the Persian writer named Syamsuddin Muhammad Hafidz al-Syirazi (1315–1390), who is known in the West as Hafez. Goethe wrote literary works in the form of diwân, which he used as the title of one of his books. He also introduced the term “world literature” which showed his openness to literary works outside of Europe, especially those from the East (Islam and Persia).

Soekarno (1901-1970), one of the founders and those who proclaimed Indonesia’s independence, had his own specific views on Islam. He tried to discover the authentic “fire of Islam”, as distinct from what he called “Islam Sontoloyo” (the latter being an Indonesian swear-word meaning silly, stupid, ridiculous), by delving into Islamic teachings which promote progress and strengthen nationalism. Even more importantly, Soekarno tried to examine the relationship between Islam and the State; he read about Turkey’s experience with secularism under Mustafa Kemal Attaturk, and the emergence of Wahabi in the Kingdom of Saudi Arabia. He held firm views on freedom of religion, from the issue of Ahmadiyah to the ban on the use of force in the name of religion.

Before the lectures (which will be delivered in Indonesian), refreshments for breaking the fast will be provided.

==========================================

Informasi Acara & Tiket Pertunjukan

Informasi acara & reservasi tiket (kecuali pameran)
021-789-1202, 0817-077-1913
0857-193-111-50, 0812-8184-5500, 021-9974-5934
melan@salihara.org, dita@salihara.org
Informasi pameran & Galeri Salihara
021-9619-2632, ipiet@salihara.org

Pemesanan dapat dilakukan melalui telepon, SMS, dan/atau online diwww.salihara.org
Pembayaran dapat dilakukan secara langsung di loket Salihara, atau transfer/setor ke BCA No. 450-30-17108 a.n. Yay. Utan Kayu.
Pembayaran melalui transfer dianggap sah setelah bukti transfer difaks ke 021-781-8849. Bukti transfer asli wajib ditunjukkan saat mengambil tiket.
Pemesanan tiket yang tidak dilunasi dalam 3 hari akan dianggap batal.
Pemesanan tiket pertunjukan ditutup pada hari H-2 pukul 17:00 WIB. Setelah itu, loket Salihara hanya melayani pembelian secara langsung.
Pelajar/Mahasiswa yang ingin mendapatkan tiket harga khusus wajib membawa kartu pelajar/mahasiswa.
Tiket yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan.
Pers yang ingin meliput wajib memberi konfirmasi maksimal hari H-1 pukul 17:00 WIB, karena jumlah tiket pers sangat terbatas.

Waktu Operasional
Waktu operasional untuk seluruh komunikasi dan Loket Salihara
Senin-Jumat, 09:00-17:00 WIB
Sabtu, 16:00-19:00 WIB
Minggu dan hari libur nasional tutup, kecuali ada acara
Bila ada acara, waktu operasional diperpanjang hingga pukul 21:00 WIB
Waktu operasional khusus pameran
Senin-Sabtu, 11:00-20:00 WIB
Minggu dan hari libur nasional tutup

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar