Minggu, 09 Mei 2010

= LEGENDA MUSIK MELAYU TENABANG (3)


LEGENDA MUSIK MELAYU TENABANG (3)

Tiadak dapat disangkal.betapa kekayaan karya sastra dituangkan dalam syair lagu melayu tahun 1960an, yang hinghgi masih bertahan dan masih dikenang, tersimpan rapi di memori orang-orang Jakarta usia diatas 40 tahun. Diantara karya mereka,kita bisa lihgat dibawah ini. Menulis lagu,syair dan irama dengan penjiwaan yang sangat dalam. Misalnya lagu berikut ini. Tak akan resah gelisah hati ini bila sang kekasih hadir & berdekatan. Alangkah malang jiwa tatkala janji menggelorakan cinta, pupus dan kita sendiri dalam kehampaan jiwa. Pautan hati yang berjanji setia hati pergi mengingkari cinta yang tulus. Janji yang merasuk sukma jiwa sirna karena dusta.
Belum mereguk Cinta kasih bersama, hati menjadi sepi. Kerinduan tinggal angan, kasih mesra tinggal kenangan. Sedih & kecewa hati ini menjadikan jiwapun semakin sunyi.
Derita cinta & hati kecewa karena janji diingkari sang kekasih dituangkan oleh M.Mashabi dalam bait syair lagu dengan tutur kata indah, yang berjudul : KESUNYIAN JIWA.

KESUNYIAN JIWA (M.Mashabi)

Masih ku terkenang malam purnama terang
Kala kau berjanji tuk setia hati
Bersama bulan dan bintang
Yang menjadi saksi

Apa yang kau kata
Sungguh manis kurasa
Baik kau ulangi untuk pegangan nanti
Semoga takkan berpisah
Itu yang kupinta

Reff. Tapi tak kusangka kau hanya berdusta
Untuk hidup bersama baru kini terasa
Kalau kau tak sudi janganlah berjanji
Coba kau bayangkan nan sakit hatiku

Masa bahagia Tinggal kenangan saja
Cita-cita yang mulia
Hanya hayalan belaka
Kini hampa yang kurasa
Kesunyian jiwa


Berbeda dengan M.Mashabi, orang gang Lontar Tenabang, Husin Bawafie sangat suka akan pesona bunga. Keindahan bunga melati menginspirasikan lagu yang ditulisnya. Susunan melati yang meroja di sanggul sang jelita sungguh indah baginya. Sebagai hiasan, melati yang meroja tersusun indah disanggul sang jelita tetap merasa tersiksa. Ketika harum hilang & layu,sang gadis akan gundah gulana.
Husin Bawafie berpesan jangan mudah gundah karena akan ada yang menyuntingnya. Pesona bunga melati melahirkan ide menulis lagu yang diberi judul : MELATI DISANGGUL JELITA

MELATI DISANGGUL JELITA (Husin Bawafie)

Melati disanggul jelita
Sungguh indah dipandang mata
Dijalin sebagai seroja
Mengguncangkan hati remaja

Tapi malang nasibnya bunga
Disanggul merasa tersiksa
Sehari saja belum lama
Sudah nampak hilang cahaya

Reff :
Oh melati indah jangan engkau gundah
Walau engkau berdahan rendah
Banyak orang lalu yang pandang tak jemu
Menyunting setangkai bungamu

Sungguh malang nasibnya bunga
Sesudah layu tak berguna
Hilang harum dan hilang warna
Begitulah nasibnya bunga

Bila jiwa terikat cinta kasih mendalam takkan mudah melupakan sang kekasih yang telah pergi. Wajah dalam angan menjadi pengingat seakan tak bisa terpisahkan. Gambar sang kekasih jadi pelipur lara sepanjang kenangan muncul dalam hidup ini. Nama sang kekasih akan menjadi pengikat hati pengantar ketika ajal menjelang.
Derita cinta bukanlah siksa karena cinta tak bukanlah dosa dalam kehidupan. Pasrahkan jiwa pada Tuhan Yang Maha Kuasa semoga cinta dapat menghapus dosa.
Husein Bawafie menulis syair atas kepedihan hati cinta yang sirna karena sang kekasih pergi tanpa berita. Lagu berjudul : DOA DAN SIKSA

--DOSA & SIKSA--

Mengapa dikau pergi
tiada berita lagi
kiranya sqampai hati
engkau tak kembali

Mengapa kau hancurkan
jalinan kasih mesra
Yang lama kita bina
dalam paduan jiwa
semenjak terjalin
kasih pertama

Hanya gambarmu saja ada besertaku
Pelipur jiwa lara sepanjang masa
Namamu kan menjadi penamat akhir kata
diwaktu ajalku sudah terasa
Hanya kuserahkan pada Yang Kuasa

Apakah ini siksa bagiku yang berdosa
Tetapi aku rasa hanya soal cinta
Jikalau memang siksa dapat menghapus dosa
Aku serahkan jiwa pada Yang Maha Kuasa
Aku serahkan jiwa pada Yang Maha Kuasa


Ego individualis manusia pada saatnya akan menjadi kenangan buruk sepanjang masa generasi berikut. Saat hidup pun akan ditinggal kawan2 manakala sikap, perilaku kita tiada memberi makna kehidupan kita. Budi jualah yang menjadi rekatan panjang meski kita tiada. Jangan biarkan dunia yang fana ini membelenggu,hisai hidup ini dengan budi. MUNIF BAHASWAN menulis syair lagu ini untuk mengingatkan kawan kawannya untuk segera insyaf atas semua sikap hidup tanpa amal & budi. Lagu ini ditulis dengan maksud jelas agar kita segera insyaf. UNTUKMU KAWAN adalah lagu penuh pesan moral yg dicipta MUNIF BAHASWAN

UNTUKMU KAWAN (Munif Bahaswan)

Insyaflaaaah ..……. Wahai kawan
Tempuhlah dunia ini dengan budi

Insyaflahkanlah dirimu
Insyaflah wahai kawan
Dunia ini berputar dari jaman ke jaman
Janganlah engkau tenggelam
didalam khayalan
Akhirnya kan sirna hanyut ditelan lautan

Hiasilah hidupmu dengan budi yang mulia
jauhkanlah semua rasa syak dan sangka
kau kan sepi hidup sendiri
ditinggalkan kawan tak berperi

Insyaflahkanlah dirimu
Insyaflah wahai kawan
Segala…nya di dunia ini fana semua
Tiada seorangpun yang kan dapat menahan
budi yang baik akhirnya kan terkenang jua

Insyaflah…. Insyaflah…. Insyaflah

Derita cinta menyisakan kenangan pahit. Hasrat bercinta lagi musnah, kenangan telah lama terhapus dalam hati bersama lenyapnya rasa cinta dari jiwa kecewa.
Untuk apa berharap kembali merajut kasih yang hilang. Biarlah cinta pertama tersimpa bersama hidup yang sepi. Jiwa ingin tenang selalu,jangan datang tuk menggoda jiwa. Perasaan gagal dalam bercinta rasanya tidak ingin mengulangi cerita cinta lagi, dituangkan M.Mashabi dalam bait syair lagu yang berjudul JANGAN MENGGODA

JANGAN MENGGODA (M.Mashabi)

Lama sudah cintaku
Hilang dari jiwaku
Kenangan yang dulu berkesan
Hilang sudah dari ingatan

Jalinan kata mesra
Kulupakan semua
Dan tiada hasratku lagi
Mengulangi cerita lama

Reff… Tak guna engkau datang
Mengharapkan cinta berulang
Bagiku cukup sudah
Cerita cinta yang pertama
Kini tinggalkanlah ku sendiri
Menjalani hidup yang sepi

Sekedar ku meminta
Jangan engkau menggoda
Agar jiwa tenang selalu
Dan hati tak terluka lagi ………. 3X

Untuk kita renungkan semua, keinginan manusia mendapatkan kebahagian dunia,janganlah sampai melupakan persiapan kita menghadap Al Kholiq Ilaahi Robbi. Semua kemilau keduniaan kan sirna dari sisi kita,saat ajal datang Tiada yang kekal didunia ini, dan menyadarkan kita untuk mencari bekal yang abadi sebagai pertanggungjawaban kehidupan di dunia. Pada bagian lain, dengan gaya pantun LUTFI MASHABI mengingatkan kita agar jangan mudah berjanji karena akan menyakitkan orang lain jika kita mengingkarinya. Bahkan bisa menjadi cermin hidup kita dilingkungan masyarakat.
Dalam konteks social politik, ambisi berkuasa dengan janji yangf berubah saat kekuasan diperoleh akan menyengsarakan rakyat, bangsa dan Negara. Untuk itu jangan MEROBAH JANJI , begitulah pesan. LUTFI MASHABI yang menulis lagu dengan maksud dapat menjadi pegangan hidup kita.

MEROBAH JANJI (Lutfi Mashabi)

Apa gunanya belajar ngaji
Kalau hanya sepekan saja ....2x

Apa gunanya anda berjanji
Kalau hanya di bibir saja ....2x

Biduk serati bertiang galah
Dihempas ombak ke tepi karang ....2x

Kalau berjanji janganlah salah
Kalaulah salah dicaci orang ....2x

Diwaktu subuh orang mengaji
Duduk tekun sehingga pagi ....2x

Kalau suka merobah janji
Orang tiada percaya lagi ....2x
(Lagu diulang 2x)

Menjadi ciri khas bagi HUSEIN BAWAFI yang mengagumi keindahan bunga. Tamsil bungapun dijadikan nyanyian indah. Waktu membatasi daya mampu menyirami sang bunga pujaan yang menjadi layu, walau berharap bila hujan tiada datang, embun tetap dinanti. Kumbangpun meninggalkan bunga yang layu, walau pernah ditunggu dengan sabar. Apa daya hatipun menjadi gundah dengan linangan airmata kala menyirami sang bunga. HUSEIN BAWAFI mengungkapkan perasaan hatinya akan kesusahan mengharap bunga yang ditanam berkembang indah.tapi menjadi layu. Sebuah lagu berjudul BUNGA HATI, ciptaan HUSEIN BAWAFI.

BUNGA HATI (Husin Bawafi)

Bunga baru ku kutanam
Pucat terkulai layu
Kumbang tak sabar diam
Sudah datang merayu

Bunga belum kusiram
Tanganku sudah letih
Kuntum belum berputik
Air tinggal sedikit

Reff :
Ooooooh…. bunga pujaanku
Sabarlah menanti hujan turun lagi
Atau nantikan…nanti embun diwaktu pagi
Oh.. bunga oh.. bunga oh.. bunga hati

Apa hendak kukata
Bungaku menderita
Berlinang airmata
menyiramkan sang bunga

Bungaku layu sudah
Hatiku tambah gundah
Kumbang terebang sudah
Kerna bunga tak indah


Sosok wajah yang selalu diharapkan dating dalam setiap mimpi, membuat dara jelita makin merindu. Siang dan malam penuh penantian yang tak berujung, karena sang kekasih tiada datang. Sungguh kejam hatimu wahai kekasih yang meninggalkan. Hati ini merana setiap hari bersama airmata kesedihan sebagai saksi.Puluhan tahun lalu, lagu yang ditulis dan dinyanyikan ELLYA sangat popular dikalangan pencinta musik melayu. Lagu yang oleh Ellya diberi judul MENGHARAP bias membangkitkan kenangan masa silam kita.

MENGHARAP (Ellya)

Kalau kau dengar laguku
Suara ratapan jiwaku
Berlinanglah airmataku
Tanda kasihku padamu..wahai kasih

Berilah daku harapan
Belaian kasih dan sayang
Tak kuasa ku menahan
Derita yang kurasakan
Hingga kini kumenanti
Datangmu untuk kembali

Kenanglah masa nan lalu
Kala aku disampingmu
Bagi pedoman untukmu
Untuk kermbali padaku... jangan ragu


Betapa sulitnya melepaskan diri dari jeratan asmara. Bahkan jiwa yang mulai teracuni cinta akan membuat ketidakberdayaan. Hanyalah kepada Ilaahi Robbi, Tuhan Yang Maha Kuasa, tempat berharap agar jiwa tersadarkan dari godaan asmara.
Ketidakberdayaan sang gadis menderita karena pengkhiatan cinta, mendesahkan pilot hati saat jejaka pilihannya yang pergi berharap kembali. Dengarlah pintaku. Bukan bulan atau bintang, tapi jangan kau tambahkan beban derita di hati. Biarlah berlalu masa lalu, jangan berharap terulang kembali mengharap cinta. Pintaku yang akhir ini terajut dalam untaian lagu dan syair, biarlah Takdir Ilaahi jadi tempat akhir berserah diri tuk dapat ketenangan jiwa ini berfikir. Bukan bulan atau bintang pintaku,cukup tenang jiwa ini bila sang kekasih tiada menambah beban derita. Dalam pasrah kepada takdir kujalin lagu dan syair agar jiwa tenang berfikir. Seluruh tubuh kan jadi saksi betapa berat menanggung derita. Dengarlah pintaku yang akhir dari jiwa yang menanggung derita, jangan harapkan lagi cinta terulang, jangan tambahkan derita hidup ini.
JOHANNA SATAR terinspirasi oleh gelisah hati sang gadis menjadi untuk menjadikan lagu yang berjudul RINTIHAN SUKMA sebagai hit dalam salah satu albumnya tahun 1960an.

RINTIHAN SUKMA (Song by Johanna Satar)

Dengarlah dengarlah apa yang kupinta
Bukanlah bulan ‘tau bintang nan tinggi

Dengarlah dengarlah apa yang kupinta
Bukanlah bulan ‘tau bintang nan tinggi
Cukuplah rasanya kalau ku berkata
Jangan kau tambahkan deritaku lagi

Sekerat tubuhku bagai saksi nyata
Dari penanggung segala derita
Usah kau ulangi mengharap cinta
Dari diriku yang tiada berdaya …..2 x

Dengarlah dengarlah apa yang kupinta
Bukanlah bulan ‘tau bintang nan tinggi
Cukuplah rasanya kalau ku berkata
Jangan kau tambahkan deritaku lagi

Dengarlah.. 2x pintaku yang akhir
Kujalinkan dalam lagu dan syair
Beri ketenangan jiwaku berfikir
Kuserahkan diri kepada takdir…2 x

Dengarlah dengarlah apa yang kupinta
Bukanlah bulan ‘tau bintang nan tinggi
Cukuplah rasanya kalau ku berkata
Jangan kau tambahkan deritaku lagi
Dengarlah………………………………………


Hati terkadang meradang bila sang bunga tak pernah kembang walau siraman cinta tetap dilakukan, tapi apa daya akhirnya sang bunga yang baru berputik disunting oraqng. Rasa iba senantiasa menyelinap dihati katika bulir rekahan sang bunga berguguran sebelum kembang. Kasihan nasib sang bunga tergoda rayuan musafir lalu. Tak ada lagi yang bias disesali, bunga layu dan sang m,usafir berlalu dan entah pada siapa dapat ditanya, kerna sang musafir berlalu tanpa berpesan. Ungkapan sesal kecewa Alm.HUSEIN BAWAFI dicoretkan dalam rangkaian syair lagu yang diberi judul LAYU SEBELUM KEMBANG.

LAYU SEBELUM KEMBANG (Husin Bawafi)

Meskipun terkadang...sayang Hati meradang
Melihat bungaku..wahai Disunting orang
Walau kusirami dia dengan kasih sayang
Baru berputik sudah disunting orang

Sayang...sayang seribu sayang
Bungaku disunting orang
Ahai...sebelum kembang

Sungguh kasihan bungaku
Gugur sebelumnya kembang
Disunting musyafir lalu
Tiada merasa sayang

Kan kutanyakan siapa
Kalau bungaku tiada terjaga
Siapa yang kan kusesalkan
Musafir lalu tiada berpesan
Wahai ......tiada berpesan

Entah apa gerangan saat kau diam membisu. Seakan ada rahasia tersimpan dari masa lalu. Mungkinkah luka hati akibat jeratan asmara membuatmu begitu menderita. Dermikian sekelumit Tanya dari sang gadis. Ingin kuberikan penawar duka dan cukuplah kau tersenyum mesra memberi jawaban. Karena sesungguhnya engkaulah penawar hatiku, dikaulah pujaanku.Kusiapkan jiwa & perasaan cintaku sebagai pengisi hatimu. Janganlah bermuram sellau. Duhai jejaka-ku, engkaulah taman jiwa dan sumber keindahan hidupku. Lepas bebas menghamba tuk mendapatkan cinta, JUHANA SATAR menulis lagu yang selalu hinggap pada kikta dimasa gelora asmara. PUJAANKU, judul lagu yang sangat indah untuk dinikmati.
---PUJAANKU---
Ada kalanya hatiku ingin tahu
dikala dikau membisu tak berkata
bagaikan menyimpan rahasia

Apakah kau pernah terluka
dimasa remaja terjerat asmara berbisa
hingga kini kau menderita

Kalau kau suka penawar duka
kurela memberi segera
bagiku cukup kau senyum mesra
tanda kau memberi jawaban

Penawar hatiku nan bermuram durja
tambah menambah kesedihan

dikau kini jadi pujaan hatiku
taman jiwa hamba
menantikan dikau
sepenuh hati dan jiwaku


Apa artinya mengharap kasih ini kembali. Karena telah usai kisah cinta kita. Jalan telah terpisah, dan biarlah kudekap derita cinta. Hati teracuni khiannat cinta untuk apa kau bawakan kembali penawarnya. Takdir hidup ini hanyalah ketetapan Ilaahi, tak perlu disesali. LUTFI MASHABI mengungkapkan derita cinta sahabatnya yang dituang kan dalam bait syair lagu. Tak ada pilihan, kecuali memasrahkan diri pada Takdir Ilaahi. Walau hati beku, tak ada laghi cinta untuk diulang pada mantan kekasih, karena hanya membuat derita cinta. Uniataian derita ini, dituangkan dalam lagu yang diberi judul JANGAN MENGHARAP.

JANGAN MENGHARAP (Lutfi Mashabi)

Ooh ….. tiada berguna
Dikau mengharapkan kasihku kembali
Ooh ….. baiklah kau cari
Jalanmu sendiri usah kau menanti

Reff :
Biarlah kutanggung semua derita
Derita jiwaku yang selalu tersiksa
Tersiksa karena hati putus asa
Penawar tak guna engkau berikan

Ooh …. Aduhai tak guna
Dikau menyesali yang telah terjadi
Ooh …. Itulah kehendak
Yang telah berlaku nasibnya diri


Semenjak dahulu ku berharap belas kasihmu wahai dara jelita. Siang dan malam kutetap berharap, sehingga pikiran tak menenytu mengingatmu. Dalam harapanku tetap kucari dimana kau berada, senantiasa bayanganmu selalu muncul dalam jiwalku. Tidakkah kau merasa kasihan kepadaku. Semakin tersiksa bila kuingat dirimu,saat kuberharap engkau merasakan getar cintaklu kepadamu. Apakah menyinta itu dosa. Mengapa cintanya terabaikan. MUNIF BAHASWAN ungkapkan perasaan hati seorang yang penuh harap cintanya bertpadu dengan kasih pujaan hati yang ada dalklam bayangannya. Dengan penuh harap mendapat kasihan dimengerti oleh dewi pujaan hatinya, dituangkan dalam syair lagu berjudul BELAS KASIH.

ELAS KASIH (Munif Bahaswan)

Kasihanilah daku…….2X
Mengharap belas kasihmu
Semenjak dahulu oh dewi
Kasihanilah daku…. 2X

Siangku mengeluh
Malam aku meratap
Bimbang hati selalu
Pikiranku tak tetap

Dimana ku berada
Bayanganmu slalu menggoda
Kasihanilah daku………2X

Mengapa ku tersiksa
Dan engkau tak merasa
Apakah ku berdosa
Kalau ku jatuh cinta

Mengapa ku diabaikan
Setelah hatiku kau tawan
Kasihanilah daku ……2X

(Tenabang, akhir April 2010 : emka-Nyawa99)

1 komentar:

  1. waduh syairnya banyak yang salam pak, ini saya betulkan pak:

    KESUNYIAN JIWA (M.Mashabi)

    Masih ku terkenang malam purnama terang
    Kala kau berjanji untuk setia hati
    Bersama bulan dan bintang
    Yang menjadi saksi

    Apa yang kau kata
    Sungguh manis terasa
    Baik kau ulangi untuk pegangan nanti
    Semoga takkan berpisah
    Itu yang kupinta

    Reff. Tapi tak kusangka kau hanya berdusta
    Untuk hidup bersama baru kini terasa
    Kalau kau tak sudi janganlah berjanji
    Coba kau bayangkan kan nasibku ini

    Masa bahagia Tinggal kenangan saja
    Cita-cita yang mulia
    Hanya hayalan belaka
    Kini hampa yang kurasa
    Kesunyian jiwa

    BalasHapus